{"id":9681,"date":"2021-06-30T00:00:00","date_gmt":"2021-06-29T16:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/article\/origin-of-ubud\/"},"modified":"2024-07-03T16:46:42","modified_gmt":"2024-07-03T08:46:42","slug":"asal-ubud-2","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/asal-ubud-2\/","title":{"rendered":"Asal Usul Ubud yang ajaib"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Asal usul Ubud sangat penting dan kompleks; kami di Instant Karma beruntung bisa bertemu <strong>Ratu Cokorda Agung Darmayasa dan Jro Dasaran Istri Ayu Mas Gading<\/strong>, dua orang yang sangat spiritual yang benar-benar berkomitmen bahwa sejarah dan asal usul Ubud diceritakan secara holistik dan benar. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">T<\/span><span dir=\"ltr\">inilah banyak tempat di Bali dengan kisah seni, budaya, dan agama yang mengesankan. <\/span><span dir=\"ltr\">Ubud adalah salah satunya. <\/span><span dir=\"ltr\">Ubud adalah pusat kebudayaan Bali. Semua seniman dan pendeta sebelum zaman kita datang <\/span><span dir=\"ltr\">ke tempat ini karena memancarkan keajaiban tertentu. <\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_3327\" aria-describedby=\"caption-attachment-3327\" style=\"width: 387px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3327 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC7587-e1625094604286.jpg\" alt=\"asal ubud budaya sejarah hinduisme bali perjalanan reisen\" width=\"387\" height=\"356\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC7587-e1625094604286.jpg 387w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC7587-e1625094604286-300x276.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 387px) 100vw, 387px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3327\" class=\"wp-caption-text\">Ratu Cokorda Agung Darmayasa yang meninggal dunia pada tahun 2023, dan Jro Dasaran Istri Ayu Mas Gading<\/figcaption><\/figure>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Dengan artis seperti Walter Spies, Rudolf Bonnet, Don Antonio Maria Blanco dan <\/span><span dir=\"ltr\">bapak pemasaran Philip Kottler \u2013 Raja Ubud ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Bali dimiliki <\/span><span dir=\"ltr\">lebih banyak yang bisa ditawarkan daripada pantai-pantai di selatan.<\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\"><em><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Sekilas tentang agama Hindu di <\/span><span dir=\"ltr\">Bali <\/span><\/span><\/em><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3333 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-01-at-07-01-43-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"asal ubud budaya sejarah hinduisme bali perjalanan reisen\" width=\"317\" height=\"425\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-01-at-07-01-43-IK-magz-5-print-final-pdf.png 317w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-01-at-07-01-43-IK-magz-5-print-final-pdf-224x300.png 224w\" sizes=\"auto, (max-width: 317px) 100vw, 317px\" \/><\/span><\/span><\/p>\n<h2>Asal Usul Ubud<\/h2>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Maha Rsi Markandhya memulai perjalanannya ke Bali <\/span><span dir=\"ltr\">dari Gunung Raung di daerah Banuyuwangi. <\/span><span dir=\"ltr\">Setelah memasang Panca Datu (ban kapten) di Besakih <\/span><span dir=\"ltr\">Pura, ia melanjutkan perjalanannya menuju Campuhan <\/span><span dir=\"ltr\">Bukit. Sesampainya di sana, Maha Rsi Markandhya pun <\/span><span dir=\"ltr\">takjub dengan keindahan bukit itu, dan dinamakanlah bukit itu <\/span><span dir=\"ltr\">Gunung Lebah. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Di sisi barat terdapat sungai bernama Tukad Yeh <\/span><span dir=\"ltr\">Wos Kiwa, dan di sebelah timur disebut Tukad Yeh Wos <\/span><span dir=\"ltr\">Tengen. Sungai-sungai tersebut menyatu di wilayah selatan <\/span><span dir=\"ltr\">bukit yang dikenal dengan nama Campuhan (Pecampuhan \u2013 artinya <\/span><span dir=\"ltr\">percampuran sungai-sungai) dari aliran sungai. Itu masuk <\/span><span dir=\"ltr\">didaerah inilah Maha Rsi Markandhya membangun tempat suci <\/span><span dir=\"ltr\">disebut Pura Gunung Lebah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Setelah itu, ia mulai menjelajahi hutan untuk membuat tempat pertapaan, dilanjutkan dengan membangun <\/span><span dir=\"ltr\">pemukiman dan pembuatan lahan untuk bercocok tanam. <\/span><span dir=\"ltr\">Berdasarkan naskah Lontar (daun lontar), Markandhya Purana, nama Uos atau Wos untuk <\/span><span dir=\"ltr\">sungai, mengikuti nama pemukiman di kawasan tersebut sejak zaman dahulu. <\/span><\/span><\/p>\n<h4><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3331 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-01-at-07-02-10-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"asal usul budaya ubud sejarah hinduisme bali perjalanan reisen majalah karma instan\" width=\"670\" height=\"413\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-01-at-07-02-10-IK-magz-5-print-final-pdf.png 670w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-01-at-07-02-10-IK-magz-5-print-final-pdf-300x185.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screenshot-2021-07-01-at-07-02-10-IK-magz-5-print-final-pdf-624x385.png 624w\" sizes=\"auto, (max-width: 670px) 100vw, 670px\" \/><\/strong><\/h4>\n<h3><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: left\"><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Pertama, ada nama \u201cWos\u201d atau \u201cUos\u201d untuk sungai tersebut, <\/span><span dir=\"ltr\">yang seiring berjalannya waktu berubah menjadi \u201cUsadi\u201d dan \u201cUsada\u201d. <\/span><\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: left\"><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">\u201cUsada\u201d <\/span><span dir=\"ltr\">dikembangkan lebih lanjut menjadi narasi \u201cUbad\u201d, dan <\/span><span dir=\"ltr\">nama selanjutnya terdistorsi menjadi \u201cUbud\u201d.<\/span><\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Pahlawan budaya seperti Maha Rsi Markandhya adalah <\/span><span dir=\"ltr\">penting bagi pendirian pura di Bali. <\/span><span dir=\"ltr\">Itu <\/span><span dir=\"ltr\">konsep dan ideologi yang diajarkannya, masih melekat <\/span><span dir=\"ltr\">dalam sejarah dan cerita rakyat yang beredar di masyarakat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Setelah berperan dalam pengelolaan Gunung Lebah <\/span><span dir=\"ltr\">Kuil, Maha Rsi Markandhya, kemudian dipindahkan lebih jauh <\/span><span dir=\"ltr\">utara. Dulunya disebut \u201cSarwa\u201d, dan sekarang dikenal <\/span><span dir=\"ltr\">sebagai Desa Taro.<\/span><\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h2>Ada mitos yang melekat pada Pura Gunung Lebah di Ubud:<\/h2>\n<p>Dikisahkan pada suatu ketika di sekitar Pura Gunung Lebah di Ubud, hiduplah dua orang raksasa, Luh (betina) dan Muani (jantan), yang tinggal di sebuah gua di sungai Yeh Wos Kiwa. Kejadian ini bermula ketika masyarakat akhirnya mengetahui bahwa penari Rejang yang menghilang secara misterius saat Ngayah di Pura Gunung Lebah menghilang karena dimakan monster.<\/p>\n<p>Pada akhirnya kedua raksasa tersebut mati di tangan warga. Raksasa \u201cMuani\u201d mati karena ditusuk dengan cangkul oleh seorang petani di desa bernama Penestanan. Sebaliknya, raksasa \u201cLuh\u201d yang mati karena masyarakat setempat membakar gua tempat tinggalnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, artefak monster tersebut masih terdapat di sekitar kawasan Pura Gunung Lebah, seperti gua lesung raksasa, pasar raksasa, dan kuburan raksasa.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<h3>Hormati Ibu Pertiwi dan Ibu Pertiwi akan memberkati Anda.<\/h3>\n<p>Sungai \u201cYeh Wos Kiwa\u201d (kanan) dan \u201cYeh Wos Tengen\u201d (kiri) menggambarkan ajaran Rwa Bhineda, salah satu aspek filosofi Bali yang paling misterius dan menarik. Hal ini dapat diterjemahkan sebagai dualisme karena berkaitan dengan keyakinan bahwa semua kehidupan bergantung pada keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang berlawanan.<\/p>\n<p>Hal-hal yang berlawanan ini<a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/keseimbangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">keseimbangan<\/a> tidak sepenuhnya dianggap baik atau buruk, dan tidak ada yang boleh mengalahkan yang lain. Tidak diyakini bahwa kehidupan pada akhirnya bergerak menuju kesempurnaan kosmis dan pribadi. Tujuan akhir hidup seseorang adalah keseimbangan dan akomodasi seluruh aspek kehidupan, baik konstruktif maupun destruktif.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center\"><em>Konsep Rwa Bhineda memandang kehidupan sebagaimana adanya, bukan sebagaimana seharusnya.<\/em><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3 max-w-full\">\n<div class=\"min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words overflow-x-auto\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert light\">\n<h2>Pada akhirnya, kisah asal usul Ubud seperti sebuah perjalanan ajaib.<\/h2>\n<p>Orang-orang seperti mendiang Ratu Cokorda Agung Darmayasa dan Jro Dasaran Istri Ayu Mas Gading membantu kita memahaminya dengan lebih baik.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/maps.app.goo.gl\/dw2UtZuq1DCZr4zi7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ubud adalah tempat istimewa di Bali<\/a> tempat para seniman dan pendeta menemukan pesona yang unik.<\/p>\n<p>Mereka membawa seni dan budaya yang menakjubkan ke negeri ini, dan bahkan seniman terkenal seperti Walter Spies dan Don Antonio Maria Blanco merasakan keajaiban istimewanya. Semuanya bermula dari Maha Rsi Markandhya yang menemukan keindahan <a href=\"https:\/\/maps.app.goo.gl\/f4DFY1hKbNPx2drDA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bukit Kampuhan<\/a> dan mulai membangun kuil-kuil penting.<\/p>\n<p>Nama \u201cUbud\u201d sendiri mempunyai sejarah yang panjang, seiring berjalannya waktu berubah dari \u201cWos\u201d menjadi \u201cUsada\u201d dan terakhir \u201cUbud\u201d. Tempat ini kaya akan legenda dan cerita, seperti tentang raksasa Luh dan Muani.<\/p>\n<p>Ubud juga mengajarkan kita tentang keseimbangan dan keselarasan dalam hidup, seperti yang ditunjukkan oleh sungai Yeh Wos Kiwa dan Yeh Wos Tengen. Ini semua tentang menjaga segala sesuatunya tetap seimbang, baik dan tidak terlalu baik, sama seperti kehidupan itu sendiri.<\/p>\n<p>Jadi, ingatlah:<\/p>\n<h3>Nikmati hidup apa adanya dan hargai keajaibannya!<\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asal usul Ubud sangat penting dan kompleks; kami di Instant Karma beruntung bisa bertemu Ratu Cokorda dan Jro Dasaran untuk menceritakan kisah aslinya.<\/p>","protected":false},"author":214,"featured_media":10766,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[271],"tags":[342],"section":[386,385],"interest":[397,377,400],"_magazine":[343],"class_list":["post-9681","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","tag-342","section-culture","section-explore","interest-history","interest-sightseeing","interest-things-to-do","_magazine-343"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/9681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/214"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9681"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/9681\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9681"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=9681"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=9681"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=9681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-02 01:57:08 UTC -->