{"id":9678,"date":"2021-06-30T00:00:00","date_gmt":"2021-06-29T16:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/article\/eat-pray-and-bali\/"},"modified":"2024-07-03T16:45:59","modified_gmt":"2024-07-03T08:45:59","slug":"eat-pray-and-bali","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/eat-pray-and-bali\/","title":{"rendered":"Makan berdoa dan sekarang bagaimana?"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Kami mengajukan pertanyaan Eat Pray dan sekarang apa yang terjadi<\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">W<\/span><span dir=\"ltr\">ho tidak mengetahui hal ini <\/span><span dir=\"ltr\">buku atau film romantis Bali \u201cEat, <\/span><span dir=\"ltr\">Doa dan Cinta\u201d dibintangi <\/span><span dir=\"ltr\">Julia Roberts. <\/span><span dir=\"ltr\">Elizabeth memutuskan untuk memulai dari awal lagi. <\/span><span dir=\"ltr\">Dia meninggalkan New York dan berangkat <\/span><span dir=\"ltr\">dalam perjalanan seumur hidup: Dolce Vita in <\/span><span dir=\"ltr\">Italia, ajaran meditasi dalam bahasa India <\/span><span dir=\"ltr\">ashram, dan keseimbangan bahagia di antaranya <\/span><span dir=\"ltr\">kebahagiaan lahir dan batin di Bali<\/span><\/span>.<\/p>\n<h3>Makan, Berdoa dan sekarang bagaimana?<strong><em><br \/>\n<\/em><\/strong><\/h3>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3299\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:3299\/id:c481c720ccc9b305435449f1fdb3c65c\/https:\/\/instantkarmamag.com\/201009-omag-eat-pray-love-949x534-1.jpg\" alt=\"Ubud Bali Tourism Travel Indonesia Makan berdoa cinta situasi Covid Now\" width=\"570\" height=\"321\" title=\"\">Kisah yang jujur dan mengharukan <\/span><span dir=\"ltr\">Pengalaman Elizabeth Gilbert (penulis). <\/span><span dir=\"ltr\">adalah pemain internasional pemenang penghargaan <\/span><span dir=\"ltr\">penjualan terbaik. <\/span><span dir=\"ltr\">Sebagian besar lokasi untuk \u201cEat, Pray, Love\u201d <\/span><span dir=\"ltr\">difilmkan di dalam dan sekitar Ubud, itu <\/span><span dir=\"ltr\">jantung budaya Bali.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Tempat itu juga dikenal sebagai a <\/span><span dir=\"ltr\">tempat tinggal bagi orang Eropa dan Amerika <\/span><span dir=\"ltr\">seniman sejak tahun 1920-an, ketika Raja <\/span><span dir=\"ltr\">Ubud memutuskan untuk menjadikan tempat ini lebih menarik <\/span><span dir=\"ltr\">populer. Misalnya, sejak tahun 1927, <\/span><span dir=\"ltr\">musisi dan pelukis Walter Spies hidup <\/span><span dir=\"ltr\">di Ubud. Sebagai tamunya, musisi dan <\/span><span dir=\"ltr\">penulis Vicky Baum menulisnya yang terkenal <\/span><span dir=\"ltr\">novel &#039;Cinta dan Kematian di Bali&#039; di Ubud. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Pada tahun 1952, artis Spanyol Don <strong><a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/blanco-art-ubud\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">anto<\/a><a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/blanco-art-ubud\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">nio Blanco<\/a><\/strong><\/span><span dir=\"ltr\"> datang ke Ubud dari Amerika <\/span><span dir=\"ltr\">mengikuti intuisinya. Dengan pengaruhnya <\/span><span dir=\"ltr\">dan persahabatan dekat dengan Raja, ini <\/span><span dir=\"ltr\">periode adalah terobosan <\/span><span dir=\"ltr\">desa Ubud yang tidak dikenal dan sangat spiritual. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><em><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Yoga, <\/span><span dir=\"ltr\">vegetarianisme, <\/span><span dir=\"ltr\">veganisme, <\/span><span dir=\"ltr\">meditasi <\/span><span dir=\"ltr\">adalah tema yang menonjol untuk <\/span><span dir=\"ltr\">komunitas ekspatriat di Ubud. <\/span><\/span><\/em><\/h3>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Ini <\/span><span dir=\"ltr\">Komunitas pelancong yang mengikuti film eat pray love, berkontribusi terhadap <\/span><span dir=\"ltr\">perubahan dan pembangunan ekonomi <\/span><span dir=\"ltr\">tempat tersebut, sehingga meningkatkan kualitas wilayah tersebut <\/span><span dir=\"ltr\">kesejahteraan dan standar hidup untuk <\/span><span dir=\"ltr\">lokal. Selain resor pantai, Ubud <\/span><span dir=\"ltr\">telah lama menjadi pusat wisata utama <\/span><span dir=\"ltr\">Bali dan salah satu dari 10 tujuan teratas di <\/span><span dir=\"ltr\">Dunia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Pariwisata dulu dan sekarang masih menjadi kekuatan pendorong <\/span><span dir=\"ltr\">untuk pembangunan ekonomi di sini. Idealnya <\/span><span dir=\"ltr\">membawa kemakmuran finansial ke suatu daerah <\/span><span dir=\"ltr\">dan standar hidup penduduk setempat. Di dalam <\/span><span dir=\"ltr\">Selain itu, penduduk lokal dan tamu sama-sama mendapat manfaat <\/span><span dir=\"ltr\">dari infrastruktur yang berkembang dengan baik. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Seseorang dapat mengalami tingkat tertentu <\/span><span dir=\"ltr\">atas pembangunan di Ubud. Misalnya, <\/span><span dir=\"ltr\">sebelum krisis pandemi global, di sana <\/span><span dir=\"ltr\">banyak kebisingan, jalanan padat dan <\/span><span dir=\"ltr\">penduduk yang kesal.<\/span><\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\">Makan Berdoa dan sekarang apa yang terjadi di Bali?<\/h3>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3295 size-large\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:1024\/h:645\/q:mauto\/process:3295\/id:3f887623dc75af5c09f806c626f8ec63\/https:\/\/instantkarmamag.com\/IMG_20210529_080851-scaled-e1625086246491.jpg\" alt=\"Ubud Bali Tourism Travel Indonesia Makan berdoa cinta situasi Covid Now\" width=\"1024\" height=\"645\" title=\"\"><\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Dengan krisis Corona-Pandemi, <\/span><span dir=\"ltr\">yang sekarang berlangsung lebih dari satu tahun, <\/span><span dir=\"ltr\">pariwisata telah menurun drastis <\/span><span dir=\"ltr\">dengan konsekuensi yang parah bagi <\/span><span dir=\"ltr\">perekonomian lokal Bali.<\/span><\/span> <span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Tempat wisata Ubud yang ramai <\/span><span dir=\"ltr\">telah menjadi bayangan dirinya sendiri.<\/span><\/span><\/p>\n<h4><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Kami di <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/about\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Majalah Karma Instan <\/a><\/span><span dir=\"ltr\">ingin tahu apa yang orang-orang dari <\/span><span dir=\"ltr\">Ubud memikirkan situasinya, bagaimana caranya <\/span><span dir=\"ltr\">mereka rasakan dan apa yang mereka pikir bisa <\/span><span dir=\"ltr\">dilakukan untuk mengubah keadaan.<\/span><\/span><\/strong><\/h4>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Kami mewawancarai orang yang berbeda <\/span><span dir=\"ltr\">Ubud. <\/span><\/span><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Beberapa pemilik toko, beberapa di antaranya <\/span><span dir=\"ltr\">para pekerja, penari dan orang-orang dengan <\/span><span dir=\"ltr\">sebuah penginapan. Kebanyakan mereka hanya bisa makan dan berdoa.<br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<h3><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Mari kita lihat apa sajakah itu <\/span><span dir=\"ltr\">harus mengatakan tentang hal itu:<\/span><\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3286 alignleft\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:3286\/id:6faa3254c174d8f025c75b7acf78229f\/https:\/\/instantkarmamag.com\/Screenshot-2021-07-01-at-04-19-14-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"Ubud Bali Pariwisata Travel Indonesia Makan berdoa cinta Covid Sekarang\" width=\"182\" height=\"205\" title=\"\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Johnny, seorang pedagang dari Lombok<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Dia <\/span><span dir=\"ltr\">di Pasar Ubud dan menjual peraknya <\/span><span dir=\"ltr\">perhiasan. Seperti semua pedagang lainnya, miliknya <\/span><span dir=\"ltr\">pelanggannya adalah turis; Sayangnya, <\/span><span dir=\"ltr\">dia tidak punya pekerjaan tambahan. <\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3285 alignright\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:275\/h:300\/q:mauto\/process:3285\/id:97235f2dce8d83aa7b7ecdfebcf5534f\/https:\/\/instantkarmamag.com\/Screenshot-2021-07-01-at-04-19-22-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"Ubud Bali Pariwisata Travel Indonesia Makan berdoa cinta Covid Sekarang\" width=\"196\" height=\"214\" title=\"\">saya Made<\/span><\/span><\/strong><span class=\"markedContent\"><strong><span dir=\"ltr\"> seorang penari Kris berusia 65 tahun <\/span><span dir=\"ltr\">dan W<\/span><\/strong><span dir=\"ltr\"><strong>pemilik arung berkata:<\/strong> <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><em><span dir=\"ltr\">\u201cUbud itu <\/span><span dir=\"ltr\">hanya berorientasi pada pariwisata. Satu-satunya <\/span><span dir=\"ltr\">Pilihannya adalah kembali ke sawah dan <\/span><span dir=\"ltr\">memanen padi, tapi tidak mungkin kalau ada <\/span><span dir=\"ltr\">adalah resor atau restoran mewah sekarang. <\/span><span dir=\"ltr\">Pariwisata sudah ada di sini 69 tahun yang lalu; <\/span><span dir=\"ltr\">kami senang menunjukkan budaya kami karenanya <\/span><span dir=\"ltr\">adalah dan tetap unik, itulah sebabnya banyak <\/span><span dir=\"ltr\">turis kembali dan bahkan ingin mati <\/span><\/em><span dir=\"ltr\"><em>Di Sini&quot;<\/em>. <\/span><\/span><span class=\"markedContent\"><strong><span dir=\"ltr\">Saya Made bahkan mengadakan pemakaman <\/span><\/strong><span dir=\"ltr\"><strong>untuk teman ekspatriat<\/strong> yang secara eksplisit memberitahu <\/span><span dir=\"ltr\">dia ingin dimakamkan di Bali.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3284 alignleft\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:261\/h:300\/q:mauto\/process:3284\/id:5d9bb219b543f666176e1e63770105d9\/https:\/\/instantkarmamag.com\/Screenshot-2021-07-01-at-04-19-35-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"Ubud Bali Pariwisata Travel Indonesia Makan berdoa cinta Covid Sekarang\" width=\"150\" height=\"172\" title=\"\"><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Putu<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Dia punya gaun <\/span><span dir=\"ltr\">kios di Pasar Ubud. <\/span><span dir=\"ltr\">Tokonya buka <\/span><span dir=\"ltr\">karena dia sudah membayar <\/span><span dir=\"ltr\">sewa tahunan masuk <\/span><span dir=\"ltr\">maju seperti semua orang <\/span><span dir=\"ltr\">kalau tidak. \u201c<em>Kalau saya beruntung, saya jual <\/em><\/span><em><span dir=\"ltr\">sesuatu untuk domestik <\/span><span dir=\"ltr\">wisatawan minimal dua kali a <\/span><span dir=\"ltr\">bulan. Tapi, itu tidak mudah <\/span><span dir=\"ltr\">dengan tiga anak masih <\/span><span dir=\"ltr\">di sekolah.&quot;<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><strong><span dir=\"ltr\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3283 alignright\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:297\/h:300\/q:mauto\/process:3283\/id:e3bdaa505fd9d71eddf14552c27358b5\/https:\/\/instantkarmamag.com\/Screenshot-2021-07-01-at-04-19-41-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"Ubud Bali Pariwisata Travel Indonesia Makan berdoa cinta Covid Sekarang\" width=\"141\" height=\"142\" title=\"\"><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><strong><span dir=\"ltr\">Ayu, a <\/span><span dir=\"ltr\">penjual busana <\/span><span dir=\"ltr\">di Jalan <\/span><span dir=\"ltr\">Jalan Hanoman, berkata:<\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"> <em><span dir=\"ltr\">\u201cDi sini hanya ada toko untuk <\/span><span dir=\"ltr\">wisatawan. Kami tidak berbelanja <\/span><span dir=\"ltr\">di sini karena itu juga <\/span><span dir=\"ltr\">mahal. Aku bahkan membaginya <\/span><span dir=\"ltr\">jam kerja dengan <\/span><span dir=\"ltr\">rekan-rekan saya. Setiap <\/span><\/em><span dir=\"ltr\"><em>kami bekerja lebih sedikit 50%\u201d.<\/em> <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3282 alignleft\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:293\/h:300\/q:mauto\/process:3282\/id:f13e89777a0dcf57d54f649fb73c5a07\/https:\/\/instantkarmamag.com\/Screenshot-2021-07-01-at-04-19-47-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"Ubud Bali Pariwisata Travel Indonesia Makan berdoa cinta Covid Sekarang\" width=\"174\" height=\"178\" title=\"\"><\/strong><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\"><strong>Komang<\/strong><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Seorang pemuda Bali <\/span><span dir=\"ltr\">dari Ubud, beruntung <\/span><span dir=\"ltr\">cukup untuk melanjutkan <\/span><span dir=\"ltr\">bekerja di restoran. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><em><span dir=\"ltr\">\u201cWaktu kerja saya berkurang <\/span><span dir=\"ltr\">ke 50% sebulan dan saya saja <\/span><span dir=\"ltr\">mendapatkan setengah dari standar <\/span><span dir=\"ltr\">upah, yaitu 1&#039;700&#039;000 <\/span><span dir=\"ltr\">Rupiah jika saya mau bekerja <\/span><span dir=\"ltr\">100% pada saat itu. \u201c<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Kami harus menghitungnya karena kami bisa <\/span><span dir=\"ltr\">hampir tidak percaya. <\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">50% = 850&#039;000 Rupiah dan sekarang tinggal setengahnya <\/span><span dir=\"ltr\">dari itu, itu akan menjadi 425&#039;000 Rupiah. <\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Dikonversi, yaitu sekitar 28 USD per <\/span><span dir=\"ltr\">bulan!<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<h3><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Kesimpulan:<\/span><\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Perekonomian di <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/discover-places-in-ubud\/\">Ubud sangat fokus <\/a><\/span><span dir=\"ltr\">pada pariwisata, dan sebagian besar orang di Ubud <\/span><span dir=\"ltr\">dan Gianyar bekerja di hotel, bungalow, <\/span><span dir=\"ltr\">SPA dan toko wisata. Sebagai akibat, <\/span><span dir=\"ltr\">banyak yang sekarang menganggur atau bekerja <\/span><span dir=\"ltr\">dalam skala yang lebih kecil. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Harga di toko disesuaikan <\/span><span dir=\"ltr\">menuju pariwisata. Penduduk setempat tidak berbelanja <\/span><span dir=\"ltr\">di tempat-tempat ini karena letaknya terlalu jauh <\/span><span dir=\"ltr\">mahal. Bahkan sekarang, ada yang sulit melakukannya <\/span><span dir=\"ltr\">mendapatkan makanan yang layak dan penting. <\/span><span dir=\"ltr\">Sama seperti di Ubud, hal ini berdampak pada jutaan orang <\/span><span dir=\"ltr\">orang diseluruh dunia. <\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><span class=\"markedContent\"><span dir=\"ltr\">Pada saat <a href=\"https:\/\/karmaworks.asia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penerbitan<\/a>, ada di <\/span><span dir=\"ltr\">setidaknya lebih banyak wisatawan domestik yang datang ke <\/span><span dir=\"ltr\">kota.<\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3287 size-full aligncenter\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:3287\/id:de644a63bd9b5ab5eddffc55100fd41d\/https:\/\/instantkarmamag.com\/Screenshot-2021-07-01-at-04-31-19-IK-magz-5-print-final-pdf.png\" alt=\"Ubud Bali Tourism Travel Indonesia Makan berdoa cinta situasi Covid Now\" width=\"735\" height=\"139\" title=\"\"><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3288 size-full\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:3288\/id:30c23536d3d620a3c2993e08351741c1\/https:\/\/instantkarmamag.com\/towards-full-page-1.jpg\" alt=\"Ubud Bali Tourism Travel Indonesia Makan berdoa cinta situasi Covid Now\" width=\"1654\" height=\"2339\" title=\"\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ramainya tempat wisata Ubud kini menjadi bayangan tersendiri. Dengan adanya krisis Corona-Pandemi yang kini telah berlangsung selama lebih dari satu tahun, pariwisata telah menurun drastis dan berdampak buruk pada perekonomian lokal Bali. Mari kita lihat apa yang mereka katakan...<\/p>","protected":false},"author":135,"featured_media":10732,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[274],"tags":[342],"section":[317],"interest":[393,383],"_magazine":[343],"class_list":["post-9678","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-mindful","tag-342","section-mindful","interest-philosphy","interest-wisdom","_magazine-343"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/9678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/135"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/9678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9678"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=9678"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=9678"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=9678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-02 08:17:45 UTC -->