{"id":37634,"date":"2024-11-05T08:26:36","date_gmt":"2024-11-05T00:26:36","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=37634"},"modified":"2024-11-05T10:54:24","modified_gmt":"2024-11-05T02:54:24","slug":"seni-untuk-semua-ina-leah","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/seni-untuk-semua-ina-leah\/","title":{"rendered":"Seni untuk Semua \u2013 Misi Ina Leah untuk Meruntuhkan Hambatan dan Menyembuhkan"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p>Ia memadukan tradisi Indonesia dengan pendekatan modern, menciptakan proyek yang membangun komunitas dan ruang terbuka untuk penyembuhan dan penemuan jati diri. Misinya? Membangun jembatan melalui seni, memicu pemahaman dan hubungan lintas budaya dan generasi. Itulah sebabnya Art for All lebih dari sekadar slogan, ini adalah misi.<\/p>\n<blockquote>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><em>\u201cSaya ingin seni bisa dinikmati semua orang. Seni dapat membantu kita menemukan jati diri dan memahami satu sama lain\u201d<\/em><\/h2>\n<\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_37642\" aria-describedby=\"caption-attachment-37642\" style=\"width: 661px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-37642\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-scaled.jpg\" alt=\"Lukisan Ina Leah Artikel Instant Karma Magazine seni untuk semua\" width=\"661\" height=\"991\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-scaled.jpg 1707w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-200x300.jpg 200w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-683x1024.jpg 683w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-768x1152.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/1DX_1512-Ina-Leah-painting-art-for-all-8x12.jpg 8w\" sizes=\"auto, (max-width: 661px) 100vw, 661px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37642\" class=\"wp-caption-text\">Foto oleh Dahee Zoey<\/figcaption><\/figure>\n<h2>Seni sebagai Alat Penyembuhan dan Komunitas<\/h2>\n<p>Ina Leah melihat seni sebagai undangan bagi siapa pun untuk menceritakan kisah mereka, terhubung dengan orang lain, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.<\/p>\n<p>\u201c<i>Saya ingin seni menjadi milik semua orang. Seni dapat membantu kita menemukan diri kita sendiri dan memahami satu sama lain,<\/i>&quot; katanya.<\/p>\n<p>Melalui proyeknya \u201cTrip Menuju Timur\u201d, sebuah inisiatif pembangunan lambat yang telah ia kembangkan selama bertahun-tahun, ia mengajak anak muda di wilayah Nusa Tenggara Timur <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/tujuan\/indonesia\/\">Indonesia<\/a> untuk merasakan kembali akar dan warisan budaya mereka.<\/p>\n<p>Proyek ini hidup dengan semangat Indonesia <i>Gotong Royong<\/i>\u2014bekerja bersama untuk masyarakat.<\/p>\n<blockquote><p><i>\u201cIni tentang membangun sesuatu sebagai sebuah komunitas, dari komunitas, dan mudah-mudahan, berdampak bagi komunitas juga. Dengan menjaga budaya kita tetap hidup dan membagikannya kepada generasi baru, kita menciptakan ruang di mana mereka merasa bangga dan membumi.\u201d<\/i><\/p><\/blockquote>\n<figure id=\"attachment_37641\" aria-describedby=\"caption-attachment-37641\" style=\"width: 680px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-37641\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-scaled.jpg\" alt=\"Orang-orang menari di bengkel tari Ina Leah Artikel Instant Karma Magazine seni untuk semua\" width=\"680\" height=\"453\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-scaled.jpg 2560w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-300x200.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-768x512.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/art-for-all-18x12.jpg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37641\" class=\"wp-caption-text\">Foto oleh @throughnelslens_<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam \u201cTrip Menuju Timur,\u201d para relawan dan kaum muda diajak untuk terlibat dalam seni tradisional daerah tersebut, mulai dari menari hingga menenun, untuk berhubungan kembali dengan warisan budaya mereka.<\/p>\n<p>Ini bukan sekadar pelestarian budaya \u2013 ini adalah pengalaman hidup, yang tumbuh seiring perjalanan setiap pesertanya. <i>Gotong Royong<\/i> terletak pada inti proyek, yang menggarisbawahi pentingnya kekuatan kolektif.<\/p>\n<p>Didanai melalui sumbangan masyarakat dan penjualan karya seni Ina Leah, ini mungkin menunjukkan satu kemungkinan bagaimana seni dapat memberi manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Bagi Ina Leah, seni bukan sekadar pencarian pribadi; tetapi kesempatan untuk membangun sesuatu yang bertahan lama, sesuatu yang dapat memberikan dukungan dan kekuatan kepada orang-orang di saat dibutuhkan.<\/p>\n<p><i>\u201cPekerjaan yang saya lakukan bukan hanya milik saya; pekerjaan ini milik masyarakat, milik semua orang yang berpartisipasi. Pekerjaan ini juga merupakan warisan mereka,\u201d<\/i> Katanya.<\/p>\n<h2>Kekuatan Penyembuhan Seni<\/h2>\n<p>Dengan latar belakang psikologi dan pengalaman dalam komunitas mindfulness yang dibangun oleh praktisi inspiratif seperti <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/pemberdayaan-perempuan-melalui-via\/\">Janti Alterjiwo<\/a> di Yogyakarta, Ina Leah merasakan peran kuat kreativitas dalam penyembuhan.<\/p>\n<p>Lokakaryanya menawarkan peserta ruang yang aman untuk berefleksi, mengekspresikan diri, dan terhubung dengan orang lain. <em>\u201cSaya selalu terharu melihat peserta yang awalnya ragu-ragu, namun di akhir, mereka tersenyum lebar, bangga dengan apa yang telah mereka ciptakan,\u201d<\/em> Katanya.<\/p>\n<p>Sesi ini berlangsung <strong>di luar lokakarya biasa<\/strong>; itu adalah pengalaman yang mengundang orang asing untuk menjadi teman, menciptakan rasa memiliki dan dukungan yang kuat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_37639\" aria-describedby=\"caption-attachment-37639\" style=\"width: 657px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-37639\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-scaled.jpg\" alt=\"Lokakarya Tari Ina Leah Artikel Instant Karma Magazine seni untuk semua\" width=\"657\" height=\"438\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-scaled.jpg 2560w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-300x200.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-768x512.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Audience-Participatory-Dance-Workshop-and-Collaborative-Performance-at-RCA-Exhibition-London-20241-18x12.jpg 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 657px) 100vw, 657px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37639\" class=\"wp-caption-text\">Foto oleh @throughnelslens_<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di tengah dunia yang semakin terisolasi, Ina Leah merasa bahwa misinya adalah menyatukan kembali orang-orang. Di Indonesia, seperti di banyak tempat, banyak orang masih menstigmatisasi kesehatan mental, sehingga orang-orang enggan mencari dukungan.<\/p>\n<p>Ia percaya bahwa seni adalah cara yang lembut untuk meruntuhkan penghalang ini. \u201cSeni dapat menjadi jembatan, sesuatu yang terasa menyembuhkan tanpa terasa klinis,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dengan membangkitkan kembali praktik tradisional, Ina Leah berharap dapat menciptakan jenis dukungan kesehatan mental baru yang terasa alami dan didasarkan pada identitas budaya.<\/p>\n<p>Ia juga mendapat inspirasi dari kenangan masa kecilnya tentang &quot;Tenun&quot;, seni tenun tradisional Nusa Tenggara Timur. Ia ingat melihat kain tenun yang indah saat masih kecil, tetapi belum sepenuhnya memahami maknanya.<\/p>\n<p><em>\u201cSaya hanya tahu itu adalah sesuatu yang menunjukkan identitas kami,\u201d<\/em> Dia menjelaskan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat dia tumbuh dewasa dan mulai bekerja <i>Trip Menuju Timur<\/i>, ia menemukan kembali makna di balik Tenun.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>\u201cMenenun itu seperti bercerita; setiap pola membawa makna dan pengetahuan dari generasi ke generasi. Menenun menghubungkan orang-orang, dan merupakan cara untuk melestarikan cerita kita.\u201d<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Wawasan ini membentuk pendekatannya, memadukan seni visual dengan unsur-unsur warisan untuk menciptakan sesuatu yang terapeutik, informatif, dan berdampak.<\/p>\n<p>Melalui proyek ini, ia mengundang orang lain untuk berbagi dalam proses penyembuhan ini, membantu mereka mengekspresikan diri dan terhubung kembali.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37643 aligncenter\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ina-Leah-work-art-for-all.png\" alt=\"Kerjasama tim Ina Leah Artikel Instant Karma Magazine seni untuk semua\" width=\"1328\" height=\"751\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ina-Leah-work-art-for-all.png 1328w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ina-Leah-work-art-for-all-300x170.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ina-Leah-work-art-for-all-1024x579.png 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ina-Leah-work-art-for-all-768x434.png 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/Ina-Leah-work-art-for-all-18x10.png 18w\" sizes=\"auto, (max-width: 1328px) 100vw, 1328px\" \/><\/p>\n<h2>Jalan Baru di Dunia Seni<\/h2>\n<p>Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia musik dan pertunjukan, Ina Leah memperluas karyanya hingga mencakup seni visual dan interaktif, berbagi budaya dan pesannya dengan kancah seni internasional.<\/p>\n<p>Berbasis di London, ia menjelajahi media baru \u2013 lukisan ritmis, stop-motion, dan instalasi interaktif \u2013 yang memungkinkannya menyelami lebih dalam warisannya.<\/p>\n<p>Nama artisnya, \u201cIna Leah,\u201d mengandung kaitan tersebut: \u201cIna\u201d berarti \u201cibu\u201d dan merefleksikan jiwa bumi dan feminin, sedangkan \u201cLeah\u201d merupakan anagram dari \u201cheal.\u201d<\/p>\n<p>Namun, upaya untuk menjangkau lebih banyak orang juga membawa tantangan tersendiri. Lokakarya yang lebih besar, katanya, sering kali menghilangkan keintiman dan hubungan pribadi yang menjadi inti praktiknya.<\/p>\n<p><i>\u201cSaya pernah mencoba melakukan workshop dengan 200 orang,<\/i>&quot;dia tertawa. &quot;<i>\u201cItu tidak sama.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Namun, ia bertekad untuk membuat karyanya dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas tanpa menghilangkan pesannya. Ia berharap dapat berbagi asal-usul Indonesianya dengan dunia, menginspirasi orang lain untuk merangkul dan mengeksplorasi identitas budaya mereka sendiri.<\/p>\n<p><i>\u201cSaya ingin orang-orang melihat keindahan dan kekuatan dalam budaya kita, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa seni bisa menjadi lebih dari sekadar hiburan,\u201d<\/i> Katanya.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3>Seni sebagai Jembatan Menuju Masa Depan<\/h3>\n<p>Ke depannya, Ina Leah melihat karyanya sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mengintegrasikan seni dan kesehatan mental, khususnya di Indonesia.<\/p>\n<p><i>\u201cKetika saya tiba di London, saya kagum melihat betapa seni tertanam dalam sistem layanan kesehatan di sini,\u201d<\/i> katanya, mengacu pada praktik seperti resep sosial, di mana dokter NHS berkolaborasi dengan seniman untuk membantu pasien.<\/p>\n<p><i>\u201cSaya merasa pendekatan itu bisa sangat berharga di Indonesia, di mana terapi masih terasa sangat &#039;Barat&#039; dan menakutkan bagi banyak orang.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Di Indonesia, di mana seni yang berakar pada tradisi sangat dihormati, Ina Leah percaya hubungan budaya ini dapat membuat dukungan kesehatan mental terasa lebih mudah diakses dan tidak terlalu klinis.<\/p>\n<p><i>\u201cSeni dapat menjangkau orang-orang yang tidak akan mencari bantuan,\u201d<\/i> Dia menjelaskan.<\/p>\n<p>Dengan memadukan seni ke dalam komunitas dan tatanan perawatan kesehatan, ia berharap dapat menciptakan ruang yang lebih inklusif dan akrab bagi kesejahteraan mental, serta menjembatani kebutuhan modern dengan praktik tradisional.<\/p>\n<p>Saat Ina Leah melanjutkan perjalanannya, dia tetap setia pada <i>Gotong Royong<\/i> semangat, menciptakan seni yang menghubungkan dan mengangkat komunitas.<\/p>\n<p><i>\u201cSaya ingin membangun sesuatu yang berkelanjutan,\u201d<\/i> dia bilang, <i>\u201csesuatu yang dapat digunakan orang untuk mendapatkan koneksi, penyembuhan, dan kebanggaan.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Ina Leah mengajak kita semua untuk melihat seni bukan sebagai kemewahan, tetapi sebagai alat yang ampuh untuk penyembuhan dan koneksi. Siap untuk mengeksplorasi bagaimana seni dapat menyatukan orang-orang dan menciptakan perubahan yang langgeng? Masuklah ke dunianya dan biarkan seni membangun jembatan yang kita butuhkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<blockquote>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><i>\u201cSaya ingin orang-orang melihat keindahan dan kekuatan dalam budaya kita, untuk menunjukkan kepada mereka bahwa seni bisa menjadi lebih dari sekadar hiburan\u201d<\/i><\/h2>\n<\/blockquote>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gabriela \u201cIna Leah\u201d Fernandez menyampaikan pesan yang jelas: seni menyembuhkan dan menghubungkan. Baginya, seni bukanlah kemewahan yang eksklusif \u2013 seni adalah bahasa yang menyatukan orang-orang dan meningkatkan kesejahteraan. <\/p>","protected":false},"author":214,"featured_media":37644,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[272,273],"tags":[424],"section":[390,388],"interest":[378],"_magazine":[423],"class_list":["post-37634","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-artsy","category-people","tag-424","section-artsy","section-people","interest-social","_magazine-423"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/37634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/214"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/37634\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37634"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=37634"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=37634"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=37634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-01 18:03:05 UTC -->