{"id":28944,"date":"2024-01-01T18:49:12","date_gmt":"2024-01-01T10:49:12","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=28944"},"modified":"2024-06-24T05:03:12","modified_gmt":"2024-06-23T21:03:12","slug":"desa-wisata","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/desa-wisata\/","title":{"rendered":"Desa Wisata \u2013 Melestarikan Cara Hidup Desa yang Asli"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p><span data-contrast=\"auto\">Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana rasanya hidup seperti penduduk setempat? Penduduk lokal yang paling sering Anda lihat dari jauh saat liburan tropis: para petani padi yang bekerja di ladang, wanita tua yang dengan cermat menyiapkan persembahan harian kepada para dewa, juru masak yang membuat kue-kue lokal, para pemimpin desa yang memimpin upacara. Jika Anda tipe traveler seperti itu, datanglah ke Desa Wisata. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-30856 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/rice-fields-in-desa-wisata.jpg\" alt=\"Sawah di desa wisata\" width=\"1024\" height=\"1536\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/rice-fields-in-desa-wisata.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/rice-fields-in-desa-wisata-200x300.jpg 200w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/rice-fields-in-desa-wisata-768x1152.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/rice-fields-in-desa-wisata-683x1024.jpg 683w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ingat, ini bukanlah desa tempat klub malam, toko pakaian, dan kafe mengubah bangunan tua; namun sebaliknya, ini adalah tempat di mana mereka melestarikan apa yang sudah ada. Tidak hanya bangunannya saja, namun juga budaya, tradisi, lingkungan, dan sumber penghidupan masyarakat setempat. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h3>Alami &amp; Buatan Manusia<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada bulan Agustus 2023 pemerintah dibawah naungan Kementerian Pariwisata mengadakan acara Anugerah Desa Wisata Indonesia yang diikuti oleh 75 pengelola Desa Wisata se-Indonesia. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ada lima poin penilaian yang menghasilkan pemenang: pengelolaan situs, kreativitas konten digital, kebersihan homestay dan toilet umum, daya tarik pengunjung (seni dan budaya, alam dan buatan), dan jenis cinderamata mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span data-contrast=\"auto\">Pemenang malam itu adalah:<\/span><\/h3>\n<p><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\"> Desa Wisata Cipta Karya di Bengkayang, Kalimantan Barat yang meraih predikat Desa Wisata Favorit, dan Desa Wisata Ketapanrame di Jawa Timur yang secara keseluruhan dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik. Kedua desa tersebut merupakan contoh menakjubkan bagaimana pengembangan pariwisata tidak harus mengorbankan lingkungan setempat. Faktanya, mereka mungkin meningkatkannya. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ambil contoh Ketapanrame yang membangun taman rekreasi buatan, kolam ikan, jalur bersepeda, dan kereta mini cemerlang yang melintasi tepian sawah, berdampingan dengan pemandangan alam yang ada seperti sawah, hutan, dan air terjun. Masyarakat bisa menginap di rumah warga sekitar, kemudian belajar mengolah biji kopi dari perkebunan kopi yang merupakan salah satu sumber penghidupan utama desa.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-30858 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Desa-Wisata-Preserving-The-Authentic-Way-of-Village-Life.jpg\" alt=\"Desa wisata\" width=\"1536\" height=\"1024\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Desa-Wisata-Preserving-The-Authentic-Way-of-Village-Life.jpg 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Desa-Wisata-Preserving-The-Authentic-Way-of-Village-Life-300x200.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Desa-Wisata-Preserving-The-Authentic-Way-of-Village-Life-768x512.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Desa-Wisata-Preserving-The-Authentic-Way-of-Village-Life-1024x683.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/span><\/p>\n<h2>Perasaan Memiliki<\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Desa Wisata merupakan inisiatif pemerintah dan desa. Beberapa di antaranya disponsori secara finansial oleh perusahaan negara (seperti Bank BRI untuk desa Ketapanrame); dan dalam beberapa kasus, ini juga merupakan proyek yang diprakarsai oleh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Desa Nyambu di Mengwi adalah contohnya: ketika Diageo membangun fasilitas pengolahan minuman keras di daerah tersebut, mereka menghubungi tokoh masyarakat setempat untuk membantu mewujudkan potensi alam desa tersebut sebagai daya tarik wisata.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Berbeda dengan Penglipuran, yang merupakan Desa Wisata paling populer di Bali, Desa Nyambu masih terus berkembang namun sejak tahun 2013, desa ini telah menerima pengunjung yang lebih cenderung menghabiskan liburan mereka secara autentik bersama masyarakat Bali. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\"><em>\u201cKalau ditanya apa yang membuat desa kami begitu istimewa, saya sering masih bertanya-tanya karena kalau bicara desa kami makanan kami, tidak jauh berbeda dengan daerah lain di Bali,\u201d<\/em> kata Ni Luh Yeni Arianti, pemimpin wisata Nyambu. <em>\u201cTetapi masukan yang paling kami dapatkan dari pengunjung adalah betapa mereka senang mengetahui cara hidup di desa kami mulai dari bangun pagi hingga tidur malam. Di tengah-tengah itu mereka belajar memasak di dapur kami, membuat persembahan atau bahkan berdoa bersama kami jika mereka mau. Pada akhirnya mereka bisa menjadi seperti keluarga bagi kami.\u201d<\/em><\/span><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Desa ini menawarkan dua jenis kegiatan: <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Susur Sawah, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">atau<\/span> <span data-contrast=\"auto\">bersepeda keliling desa dan persawahan; Dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Susur Budaya, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">sebuah perjalanan budaya dimana pengunjung dapat melihat dan mempelajari sejarah candi-candi di sekitarnya. Pura yang paling terkenal di Nyambu adalah Puri Dang Khayangan Rsi, tempat letak jejak kaki Dang Hyang Nirartha. Nirartha adalah pendeta terkenal yang merancang prototipe candi (menggunakan padmasana atau arsitektur mirip teratai) di Bali, karya seninya dapat ditemukan di candi seperti Jembrana,<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span data-contrast=\"auto\">\u201cHal yang saya sukai dari proyek Desa Wisata adalah, sebagai seseorang yang tinggal di sini sepanjang hidup saya, saya bisa melihat apa yang hebat dari desa saya,\u201d kata Yeni. \u201cSaya memiliki rasa memiliki yang lebih tinggi atas rumah saya.\u201d\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-30859 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/desa-wisata-people.jpg\" alt=\"Desa wisata\" width=\"1536\" height=\"1024\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/desa-wisata-people.jpg 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/desa-wisata-people-300x200.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/desa-wisata-people-768x512.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/desa-wisata-people-1024x683.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/p>\n<h2>Konversi Lahan<\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun, tentu saja, hal ini bukannya tanpa tantangan. Saat ini, ungkap Yeni, penyebabnya adalah konversi lahan. \u201cDua tujuan proyek desa wisata adalah agar warga setempat merasa bangga terhadap desanya; dan kedua, mencegah konversi lahan. Namun kini laju konversi lahan meningkat secara eksponensial, terutama sejak orang-orang dari (dekat) Canggu datang ke sini karena suasananya lebih sepi. Dalam perjalanan saya ke sawah, yang dulu hanya pemandangan terbuka yang indah, kini ada vila yang menghalangi pandangan. Namun kenyataannya, kami tidak bisa menghentikan masyarakat untuk menjual tanah mereka.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Bu Yeni yang bersungguh-sungguh tertawa. Di satu sisi berpandangan optimis bahwa di masa depan segala sesuatunya tidak akan pernah berubah; namun di sisi lain, sadar bahwa ada beberapa hal yang berada di luar kewenangannya. Dia hanya harus menunggu dan melihat. Sementara itu, dia punya prioritas lain. Dia seorang ibu rumah tangga dan penjahit. Ketika Covid melanda, rumah tangganya tidak terpengaruh karena dia tidak sepenuhnya bergantung pada pekerjaannya yang berbasis perhotelan. Dia tinggal di sebuah rumah indah bergaya Bali yang luas dengan bangunan terhampar, taman yang indah, dan halaman luas di tengahnya. Anak-anak bermain, orang dewasa berbincang. Seorang wanita tua di sudut sedang dengan tekun mengatur persembahan.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Seringkali kita tidak menyadarinya, namun kita cenderung mengobjektifikasi masyarakat setempat. Kita melihat mereka dari jauh, tapi kita tidak benar-benar ingin tahu seperti apa kehidupan mereka. Kesulitan mereka, kegembiraan mereka, ritual mereka, cara hidup mereka. Kunjungi Desa Wisata, dan keluarga baru mungkin menunggu. Tentu saja, orang-orang sinis bisa saja menggaungkan konsep Desa Wisata sebagai variasi lain dari magnet wisata yang sesekali disebarluaskan oleh kepentingan pihak ketiga. Namun, setidaknya, di sini penduduk setempat menjadi pusat perhatian\u2014baik di depan maupun di belakang layar.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana rasanya hidup seperti penduduk setempat? Pelajari tentang Desa Wisata.<\/p>","protected":false},"author":46,"featured_media":30860,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[271,270],"tags":[411],"section":[386],"interest":[372,195],"_magazine":[333],"class_list":["post-28944","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","category-explore","tag-readmore","section-culture","interest-eco","interest-families","_magazine-333"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28944"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28944\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28944"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=28944"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=28944"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=28944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-01 03:55:35 UTC -->