{"id":28684,"date":"2023-11-29T23:01:10","date_gmt":"2023-11-29T15:01:10","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=online&#038;p=28684"},"modified":"2024-10-27T23:50:53","modified_gmt":"2024-10-27T15:50:53","slug":"ida-dewa-raja-pahlawan-nasional-klungkung","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/ida-dewa-raja-pahlawan-nasional-klungkung\/","title":{"rendered":"Raja Klungkung ke-11, Pahlawan Nasional"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><h2>Mengenali Ida Dewa Agung Jambe yang ke 11<sup>th<\/sup> Raja Klungkung, sebagai Pahlawan Nasional<\/h2>\n<p>Indonesia tidak kekurangan pahlawan. Kita pernah mendengar pahlawan-pahlawan yang lebih \u201cpopuler\u201d seperti Tuanku Imam Bonjol, Sultan Hasanuddin, Thomas Matulessy, dan Cut Nyak Dhien; Namun sebenarnya masih banyak tokoh heroik lainnya yang merintis jalan yang pada akhirnya akan memimpin jalan menuju\u2014dan mempertahankan\u2014kemerdekaan dari penjajahan Belanda.<\/p>\n<p>Tahun ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional tahunan yang diadakan setiap tanggal 10 November, pemerintah Indonesia memberikan gelar kehormatan Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh, dan salah satunya adalah Ida Dewa Agung Jambe milik Bali.<\/p>\n<figure id=\"attachment_28691\" aria-describedby=\"caption-attachment-28691\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-28691 size-large\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:28691\/id:585ae446cf260f0a5cfe843a4725aade\/https:\/\/instantkarmamag.com\/DSC02450-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"\"><figcaption id=\"caption-attachment-28691\" class=\"wp-caption-text\">Pewaris Kerajaan Klungkung saat ini, Yang Mulia Raja Ida Dalem Semaraputra, dan istrinya, Ratu Anak Agung Sayang Mas Parasari<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dia adalah yang ke-11<sup>th<\/sup> Raja Kerajaan Klungkung, dan pada tanggal 28 April 1908, Raja beserta pasukannya (termasuk putra dan menantunya) melakukan perlawanan yang berani melawan Belanda dengan cara yang disebut dengan <em>perang puputan Klungkung, <\/em>atau Perang Puputan Klungkung.<\/p>\n<p>Arti dari <em>puputan <\/em>dalam bahasa Bali secara kasar diterjemahkan menjadi \u201cberjuang sampai mati di mana menyerah tidak pernah menjadi pilihan.\u201d Sayangnya, belati dan tombak mereka tidak sebanding dengan amunisi modern penjajah yang datang dengan kanon dan senapan. Raja Ida Dewa terkena peluru dalam pertempuran.<\/p>\n<h2>Wawancara singkat<\/h2>\n<figure id=\"attachment_28693\" aria-describedby=\"caption-attachment-28693\" style=\"width: 683px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-28693 size-large\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:28693\/id:b9f0e843377950bb18886357f8386838\/https:\/\/instantkarmamag.com\/DSC02463-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"683\" height=\"1024\" title=\"\"><figcaption id=\"caption-attachment-28693\" class=\"wp-caption-text\">Raja Ida Dalem Semaraputra \u2013 Foto oleh I Komang Sumadi Arta<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam wawancara singkat dengan Yang Mulia, Raja Ida Dalem, garis keturunan Raja Bali yang dihormati, mengungkap secercah harapan dan visi strategis untuk generasi mendatang:<\/p>\n<p>\u201cHari ini adalah apa yang kami sebut <em>angayubagya, <\/em>atau ungkapan rasa syukur karena pendahulu kita, Ida Dewa Agung Jambe, telah diakui sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia,\u201d kata Raja Ida Dalem. \u201cKami sangat bangga [of the recognition], yang berarti akan menjadi tugas berat bagi kami untuk melanjutkan perjuangannya.<\/p>\n<p>\u201cDia tidak terlalu lama memerintah kerajaan, hanya empat tahun dari tahun 1904 \u2013 1908, namun dalam waktu singkat itu dia telah menunjukkan kualitas yang mengagumkan sebagai raja dan pejuang. Ia bijaksana dan meskipun ia juga mau berkompromi namun ia tetap mengedepankan prinsip dan martabatnya. Dia pasti memiliki karakter seorang pejuang.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDalam menghadapi kesulitan, kami merenung, <em>\u201cApa yang dia korbankan?\u201d<\/em> Tindakan tanpa pamrihnya, meski tidak menghasilkan kemenangan langsung, kini menjadi mercusuar pelestarian dan keberanian bagi masyarakat Bali. Hal ini menjadi pengingat untuk tetap menjaga warisan budaya kita di tengah tantangan modernisasi \u2013 dimana pertempuran terjadi di bidang media sosial, teknologi, dan ekonomi.\u201d<\/p>\n<h2>Pahlawan nasional<\/h2>\n<figure id=\"attachment_28699\" aria-describedby=\"caption-attachment-28699\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-28699 size-large\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:28699\/id:6b2bbf35b83f34491265528ff88702e0\/https:\/\/instantkarmamag.com\/DSC02417-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"\"><figcaption id=\"caption-attachment-28699\" class=\"wp-caption-text\">Kiri ke kanan: Prof. AA Bagus Wirawan, I Dewa Gede Mahendra Putra (Asisten Pemerintahan dan Kepala Dinas Kesra Provinsi Bali); Raja Ida Dalem Semaraputra, dan I Kasta Made (wakil bupati Klungkung)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Perayaan Raja berlangsung Senin (26\/11\/2023) lalu di Pendopo Puri Agung Klungkung. Dihadiri perwakilan pemerintah serta pimpinan kerajaan lain dari kerajaan lain di Bali, gelar tersebut dianugerahkan kepada pewaris Kerajaan Klungkung saat ini, Ida Dalem Smaraputra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain beberapa pidato yang meriah untuk menghormati Ida Dewa Agung Jambe, pembicara terkemuka pada acara tersebut adalah Prof. Dr. AA. Bagus Wirawan, SU., yang memaparkan fakta sejarah perjalanan panjang Indonesia dalam meraih Kemerdekaan sekaligus tentang Pahlawan Nasional yang baru dibentuk.<\/p>\n<figure id=\"attachment_28700\" aria-describedby=\"caption-attachment-28700\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-28700 size-large\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:28700\/id:2c09f00814c359d95161b32aade1f7a7\/https:\/\/instantkarmamag.com\/DSC02424-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"\"><figcaption id=\"caption-attachment-28700\" class=\"wp-caption-text\">Kursus Singkat Perjuangan Kemerdekaan Indonesia oleh Prof. AA Bagus Wirawan, SU<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ia mengatakan bahwa di antara para pahlawan terdapat ahli strategi dan pejuang\u2014dan Ida Dewa Agung Jambe masuk dalam kategori terakhir. \u201cPerang puputan didorong oleh ideologi pejuang yang mulia (<em>Ksatria Mahottama) <\/em>yang berjuang melawan kolonialisme yang berdasarkan ajaran kisah epik Ramayana dan Mahabharata,\u201d kata Profesor Wirawan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_28692\" aria-describedby=\"caption-attachment-28692\" style=\"width: 683px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-28692 size-large\" src=\"https:\/\/mlucpnxbn6mg.i.optimole.com\/w:auto\/h:auto\/q:mauto\/process:28692\/id:8c9a4e5495cce7050ab2424bebed21d4\/https:\/\/instantkarmamag.com\/DSC02453-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"683\" height=\"1024\" title=\"\"><figcaption id=\"caption-attachment-28692\" class=\"wp-caption-text\">Pahlawan Nasional yang baru dibentuk, mendiang Raja Ida Dewa Agung Jambe dari Klungkung, Bali<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dan seabad kemudian, semangat pejuang yang mulia tetap hidup hingga anak cucu. Bagi Ida Dewa Agung Jambe kini menjadi Pahlawan Nasional.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menangkap makna sejarah pengakuan Ida Dewa Agung Jambe sebagai Pahlawan Nasional. <\/p>","protected":false},"author":46,"featured_media":28690,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[271],"tags":[],"section":[386],"interest":[397,378],"_magazine":[],"class_list":["post-28684","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","section-culture","interest-history","interest-social"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28684","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28684"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28684\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28684"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28684"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28684"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=28684"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=28684"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=28684"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-02 01:18:36 UTC -->