{"id":28568,"date":"2023-11-29T19:21:16","date_gmt":"2023-11-29T11:21:16","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=28568"},"modified":"2024-02-17T19:40:49","modified_gmt":"2024-02-17T11:40:49","slug":"tentang-ubud","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/tentang-ubud\/","title":{"rendered":"Tentang Ubud"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p><span data-contrast=\"none\">Di kota kuno Ubud, orang-orang datang untuk berenang ke dalam inti spiritual dan hijau dengan harapan bisa disembuhkan dan dipulihkan. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Nama itu sendiri <\/span><span data-contrast=\"none\">berasal dari <\/span><span data-contrast=\"auto\">kata lokal <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">buruk<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, yang artinya \u201cobat\u201d karena tanahnya yang subur dan melimpah dengan tanaman obat dan tumbuhan.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tak heran jika tempat ini juga dikenal sebagai negeri para penyembuh.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Ini juga merupakan tujuan yang licik. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang seni dan budaya Bali, Ubud adalah tempatnya. Pariwisata mungkin telah menciptakan hiruk pikuk lalu lintas di pusat kota, namun daya tarik Ubud\u2014tenang, spiritual, mistis\u2014tetap ada di jantungnya. Berikut beberapa hal yang menarik.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-30957 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-2-1024x683.jpg\" alt=\"tentang ubud\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-2.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<h2>Kuil Tempat Semuanya Dimulai\u2026<\/h2>\n<p><span data-contrast=\"none\">Banyak yang percaya bahwa Pura Gunung Lebah adalah asal mula lahirnya Ubud. Kuil ini dibangun pada tahun 8<\/span><span data-contrast=\"none\">th<\/span><span data-contrast=\"none\"> abad oleh Maha Rsi Markandhya, pendeta yang sebelumnya telah mendirikan Pura Besakih yang jauh lebih megah (dan dianggap sebagai induk dari semua pura di Bali) di Karangasem.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Maha Rsi Markandhya menginjakkan kaki di lembah sungai Campuhan dan sepertinya mendapat pencerahan untuk meletakkan dasar bagi kuil pertama di area tempat dia bisa bermeditasi. Pura itu adalah Gunung Lebah, dan tak lama kemudian dibangun pemukiman di sekitar candi. Banyak tanaman obat yang hidup di sekitar hutan, sehingga muncullah nama Ubud.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h3>Peringatan Kerajaan<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Istana Kerajaan Ubud adalah kompleks luas dan penuh hiasan yang dibangun pada abad ke-15. Itu adalah kediaman keluarga kerajaan dan pusat pemerintahan hingga tahun 1940-an. Saat ini, tempat ini masih menjadi rumah bagi beberapa keturunan raja.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di bagian depan keraton Anda dapat mengagumi motif ukiran yang dipajang <\/span><span data-contrast=\"none\">Bali <\/span><span data-contrast=\"auto\">kaitannya dengan budaya India. Anda dapat mengunjungi situs ini sendirian dan tidak dipungut biaya, namun jika Anda ingin mengetahui sejarah istana secara mendalam (<\/span><i><span data-contrast=\"none\">puri<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">), Anda dapat mendekati pemandu yang mudah Anda temui di sekitar <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">inginlan<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> paviliun. Di malam hari, istana menjadi tuan rumah bagi berbagai tarian tradisional seperti <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">legong<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> Dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">barong<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> menari.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-30960 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-handicraft-683x1024.jpg\" alt=\"Tentang Kerajinan Ubud\" width=\"683\" height=\"1024\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-handicraft-683x1024.jpg 683w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-handicraft-200x300.jpg 200w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-handicraft-768x1152.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-handicraft-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-handicraft-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-handicraft.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/p>\n<h3>Pengawasan Pasar<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hanya<\/span><span data-contrast=\"none\"> melintasi kerajaan <\/span><span data-contrast=\"auto\">istana adalah Pasar Seni Ubud yang selalu ramai. Kerajinan tangan dan fesyen dipasarkan secara berdampingan di pasar yang baru saja direvitalisasi; menawarkan berbagai macam pilihan untuk dibawa pulang. Ya, memang turis, tapi setidaknya yang Anda butuhkan ada di satu tempat dan mendukung perekonomian lokal yang menciptakan beragam produk mulai dari lukisan, ukiran kayu, patung, peralatan dapur berbahan kayu, sarung, tas anyaman dan topi besar, alat musik tradisional, minyak aromaterapi , dan masih banyak lagi.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_30961\" aria-describedby=\"caption-attachment-30961\" style=\"width: 683px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30961 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-monkey-business-Mikhail-Nilov-683x1024.jpg\" alt=\"tentang bisnis monyet ubud\" width=\"683\" height=\"1024\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-monkey-business-Mikhail-Nilov-683x1024.jpg 683w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-monkey-business-Mikhail-Nilov-200x300.jpg 200w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-monkey-business-Mikhail-Nilov-768x1152.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-monkey-business-Mikhail-Nilov-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-monkey-business-Mikhail-Nilov.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30961\" class=\"wp-caption-text\">Foto oleh Mikhail Nilov<\/figcaption><\/figure>\n<h2>Lelucon<\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">P<\/span><span data-contrast=\"none\">Kelilingi Pasar Ubud dan beberapa langkah lagi terdapat Hutan Monyet. Hutan ini merupakan tempat suci indah seluas 10 hektar yang merupakan tempat keagamaan dan penduduknya sering mengadakan upacara di pura yang ada di dalamnya.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Seperti namanya, monyet (varietas asli ekor panjang) berkeliaran di hutan, dan Anda bahkan mungkin melihatnya nongkrong di pinggir jalan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Anda boleh masuk dan mengajak keluarga Anda jalan-jalan di alam terbuka, namun berhati-hatilah dengan barang-barang Anda karena monyet menyukai benda-benda berkilau.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Kehidupan desa<span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dikenal sebagai desa seniman, <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">penestenan<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\"> adalah tempat sempurna untuk mencari kedamaian dan kesunyian. Desa ini dikelilingi oleh persawahan yang indah dan hutan bambu. Anda juga dapat menemukan banyak galeri seni, pasar lokal, kafe, restoran, dan akomodasi bergaya tradisional Bali.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tempat tenang lainnya adalah <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Pengosekan<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\"> desa, yang terletak tepat di selatan Ubud. Mirip dengan Penestenan, sawah mengelilingi lingkungan ini serta galeri seni dan toko perhiasan tempat Anda dapat mengikuti kursus kilat pembuatan perhiasan. Desa ini juga merupakan rumah bagi Pura Puseh Batuan, landmark lokal yang dibangun pada abad ke-11.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_30962\" aria-describedby=\"caption-attachment-30962\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-30962 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-renee-yadav-1024x646.jpg\" alt=\"tentang ubud \" width=\"1024\" height=\"646\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-renee-yadav-1024x646.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-renee-yadav-300x189.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-renee-yadav-768x485.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/about-ubud-renee-yadav.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30962\" class=\"wp-caption-text\">Foto oleh Renee Yadav<\/figcaption><\/figure>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih tenang. Masih rohani. Masih licik. Meskipun terjadi perubahan, Ubud masih tetap menjadi tujuan populer bagi para pencari ketenangan pikiran.\u00a0<\/p>","protected":false},"author":46,"featured_media":30955,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[270],"tags":[368],"section":[385],"interest":[195,198],"_magazine":[328],"class_list":["post-28568","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-explore","tag-368","section-explore","interest-families","interest-honeymoon","_magazine-328"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28568"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=28568"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=28568"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=28568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-01 15:05:03 UTC -->