{"id":28269,"date":"2023-11-06T13:20:34","date_gmt":"2023-11-06T05:20:34","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=28269"},"modified":"2024-02-13T15:48:09","modified_gmt":"2024-02-13T07:48:09","slug":"mengaktifkan-komunitas-untuk-pariwisata-berkelanjutan","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/mengaktifkan-komunitas-untuk-pariwisata-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Mengaktifkan Komunitas untuk Pariwisata Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><h3 style=\"text-align: center;\"><span data-contrast=\"auto\">Sebuah terkenal<\/span><span data-contrast=\"none\">ed<\/span><span data-contrast=\"auto\"> Profesor asal Bali pernah berkata, <\/span><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span data-contrast=\"auto\">\u201cBali harus menerapkan konsep ekowisata: apa yang kita miliki <\/span><span data-contrast=\"none\">alam adalah <\/span><span data-contrast=\"auto\">daya tariknya\u201d.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Itu sedikit <\/span><span data-contrast=\"none\">mengecewakan itu<\/span><span data-contrast=\"auto\">t pariwisata massal saat ini mengharuskan lahan dan sawah diubah menjadi kafe, klub pantai, hotel, dan banyak daya tarik wisata lainnya.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun ekowisata\u2014atau pariwisata berkelanjutan\u2014masih ada <\/span><span data-contrast=\"none\">memiliki<\/span><span data-contrast=\"auto\"> pelopornya, dan salah satunya adalah Jaringan Ekowisata Desa (Jaringan Ekowisata Desa), yang merupakan cabang dari LSM lokal Wisnu Foundation, yang bertujuan untuk membangun pariwisata berbasis komunitas, di mana masyarakat <\/span><span data-contrast=\"none\">Komunitas adalah pemain kunci yang menjalankan pertunjukan, bukan perusahaan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-28276 aligncenter\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-intro-images3@2x.jpg\" alt=\"pariwisata berkelanjutan bali jaringan ekowisata desa jed.or.id\" width=\"660\" height=\"750\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-intro-images3@2x.jpg 660w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-intro-images3@2x-264x300.jpg 264w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-intro-images3@2x-624x709.jpg 624w\" sizes=\"auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px\" \/><\/span><\/p>\n<h3><span data-contrast=\"none\">Apa<\/span><span data-contrast=\"auto\"> sebenarnya ekowisata itu?<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cTopik pariwisata berkelanjutan mengawali semuanya, namun ini merupakan istilah umum. Kami lebih memilih untuk melakukannya <\/span><span data-contrast=\"none\">mendekati <\/span><span data-contrast=\"auto\">topiknya dari sudut pandang lingkungan,\u201d kata Bapak Gede Sugiartha, Manajer Data dan Komunikasi Yayasan Wisnu.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cPariwisata massal telah terjadi sejak lama di Bali, dan telah menguras sumber daya alam kita mulai dari makanan, air, hingga energi, dan belum lagi menciptakan lebih banyak sampah. Jadi, meskipun lembaga pemerintah memilih mengadakan lokakarya dan pelatihan tentang pariwisata berkelanjutan, kami memilih solusi yang lebih alami yang tidak harus mengubah &#039;wajah&#039; desa. Kita tidak perlu membangun hotel dan villa. Ini bukan tentang mencoba membuat tamu merasa nyaman tetapi lebih tentang menunjukkan kepada mereka wajah sebenarnya <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/tujuan\/bali\/\">Bali.<\/a>\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Keaslian adalah <\/span><span data-contrast=\"none\">kunci \u2014 a<\/span><span data-contrast=\"auto\">dan itu termasuk melestarikan alam sekitar, fasad desa, dan cara hidup masyarakat setempat. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">\u201cPemandu wisata Anda adalah desa.<\/span><span data-contrast=\"auto\"> Apa yang mereka bicarakan? <\/span><span data-contrast=\"auto\">Mereka berbincang tentang penghidupan mereka; jika <\/span><span data-contrast=\"none\">mereka<\/span><span data-contrast=\"auto\"> dari perkebunan kopi lalu mereka akan membicarakan tentang kopi. Jadi, apa yang tersedia secara alami memperkuat daya tariknya.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-31276\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/sustainable-tourism.jpg\" alt=\"pariwisata berkelanjutan\" width=\"801\" height=\"660\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/sustainable-tourism.jpg 801w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/sustainable-tourism-300x247.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/sustainable-tourism-768x633.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 801px) 100vw, 801px\" \/><br \/>\n<\/span><\/p>\n<h2>Tantangan Tanah<\/h2>\n<p><span data-contrast=\"none\">Jaringan Ekowisata Desa (JED) <\/span><span data-contrast=\"auto\">didirikan sejak tahun 2002 dan proyek percontohan mereka dimulai di empat desa (atau <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">banjar<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, unit pemerintahan desa yang lebih kecil, sebagaimana dikoreksi oleh Pak Gede): Desa Kiadan di Pelaga (terkenal dengan kopinya), Desa Dukuh di Karangasem (terkenal dengan kopinya),<\/span><i><span data-contrast=\"auto\"> salak<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> atau buah salak), Pulau Ceningan di Klungkung (untuk budidaya rumput laut), dan Desa Tenganan Pegrinsingan di Karangasem (masyarakat adat yang mengelola wilayah dan tradisinya secara mandiri).\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-28274 size-large aligncenter\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-683x1024.jpg\" alt=\"pariwisata berkelanjutan bali jaringan ekowisata desa jed.or.id\" width=\"683\" height=\"1024\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-683x1024.jpg 683w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-1365x2048.jpg 1365w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-200x300.jpg 200w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-768x1152.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-1024x1536.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-624x936.jpg 624w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/DSC00037-1-scaled.jpg 1707w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Setiap proyek membutuhkan rata-rata tiga tahun perencanaan yang rumit, pemetaan sumber daya alam, transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas, pelatihan, pengawasan, dan sebagainya. Dapat dimengerti bahwa prosesnya rumit, dan meskipun hasilnya memuaskan, terkadang bayangan investor masih membayangi.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ketika proyek mereka di Desa Dukuh mulai membuahkan hasil, investor asing datang dengan izin (yang dikeluarkan pemerintah) untuk membuat merek anggur berbahan salak; sebuah peluang yang sebenarnya bisa diberikan kepada masyarakat itu sendiri. Atau seperti yang dikeluhkan Pak Gede, \u201cMasyarakat harus menjadi investornya.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kemunduran lainnya adalah ketika daya tarik pariwisata modern mulai muncul. Seperti yang terjadi di Pulau Ceningan ketika penduduk setempat mulai membangun kafe\/resto yang melayani wisatawan asing. Maka dimulailah perubahan wajah Ceningan.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-28278 aligncenter\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-images-collaboration2@2x.jpg\" alt=\"pariwisata berkelanjutan bali jaringan ekowisata desa jed.or.id\" width=\"754\" height=\"718\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-images-collaboration2@2x.jpg 754w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-images-collaboration2@2x-300x286.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/why-jed-images-collaboration2@2x-624x594.jpg 624w\" sizes=\"auto, (max-width: 754px) 100vw, 754px\" \/><\/span><\/p>\n<h2>Potensi di bidang Sosial<\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun model pariwisata seperti itu terbukti tidak berkelanjutan dalam menghadapi pandemi. Ketika Covid melanda, sebagian besar masyarakat di desa-desa yang menerapkan program ekowisata JED tidak terkena dampaknya. Mengapa? Sebab, mereka tidak menggantungkan penghidupan mereka pada pariwisata saja.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cMereka bekerja sebagai petani, nelayan, penjahit, dan pengrajin\u2014dan banyak dari mereka yang mampu bertahan selama pandemi,\u201d kata Fransiska Natalia, Staf Program dan Pemasaran JED. \u201cPenerapan ekowisata yang ideal adalah tidak hanya mengandalkan pariwisata. Pariwisata hanyalah bonus.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Lebih lanjut Siska menjelaskan bahwa inti dari keberlanjutan<\/span><span data-contrast=\"none\"> pariwisata, terletak di <\/span><span data-contrast=\"auto\">Komunitas. \u201c[Dalam ekowisata] komunitas bukan lagi &#039;objek&#039;, tapi <\/span><span data-contrast=\"none\">subjek itu<\/span><span data-contrast=\"auto\"> terlibat secara aktif. Partisipasinya bukan hanya sekedar lokasi, tapi juga bagaimana mereka menjalankan pengelolaannya bersama-sama.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-31278 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/sustainable-tourism-2.jpg\" alt=\"\" width=\"676\" height=\"805\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/sustainable-tourism-2.jpg 676w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/sustainable-tourism-2-252x300.jpg 252w\" sizes=\"auto, (max-width: 676px) 100vw, 676px\" \/><\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><span data-contrast=\"auto\">Aspek lingkungan memang harus menjadi aspek krusial dalam pariwisata berkelanjutan. <\/span><\/h3>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><span data-contrast=\"auto\">JED mengingatkan kita untuk tidak melupakan masyarakat. <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\">\u201cKalau kita bicara ekowisata berkelanjutan, biasanya ada tiga hal yang terlibat: sosial, lingkungan, dan ekonomi,\u201d kata Siska. \u201cKami sering berbicara lebih banyak tentang dampak finansial apa yang Anda berikan kepada masyarakat? Namun kami melihat lebih banyak potensi di bidang sosial. Dalam memberdayakan masyarakat.\u201d<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\"><span data-contrast=\"none\">Dibutuhkan sebuah desa, untuk memberikan kekuasaan kepada masyarakat. Cara ini lebih berkelanjutan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Rasakan kehidupan asli Bali pada liburan Anda di sini, kunjungi <\/span><a href=\"http:\/\/www.jed.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span data-contrast=\"none\">www.jed.or.id<\/span><\/a><span data-contrast=\"none\"> untuk memeriksa 10 desa yang berkolaborasi dengan mereka.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Situs web <a href=\"http:\/\/www.jed.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span data-contrast=\"none\">www.jed.or.id<\/span><\/i><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\">Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/jed.bali\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">@jed.bali<\/a><\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pariwisata massal lebih banyak menimbulkan dampak buruk dibandingkan manfaatnya. Menurut Jaringan Ekowisata Desa, solusinya terletak pada masyarakat.   <\/p>","protected":false},"author":46,"featured_media":31276,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[275],"tags":[368],"section":[387],"interest":[381,377],"_magazine":[328],"class_list":["post-28269","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-impact","tag-368","section-impact","interest-empowerment","interest-sightseeing","_magazine-328"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/28269\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28269"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=28269"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=28269"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=28269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-01 09:24:39 UTC -->