{"id":27007,"date":"2023-09-21T09:50:04","date_gmt":"2023-09-21T01:50:04","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=27007"},"modified":"2024-07-03T16:12:13","modified_gmt":"2024-07-03T08:12:13","slug":"setiap-sudut-kota-yogyakarta-menyimpan-makna-2","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/setiap-sudut-kota-yogyakarta-menyimpan-makna-2\/","title":{"rendered":"Setiap Sudut Yogyakarta menyimpan Makna"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><h3>Yogyakarta<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ada daya tarik membumi yang tak tergoyahkan di Yogyakarta. Sederhana namun berbudaya, cerdas namun rendah hati, tenang namun juga bersemangat. Kota yang dikenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta ini terkenal dengan banyak hal\u2014candinya yang menakjubkan, pemandangan alamnya, kulinernya yang nikmat, pendidikannya, dan kelestarian rajanya yang disebut Kraton\u2014dan mungkin merupakan tempat terpopuler kedua untuk dikunjungi setelah Bali. Tapi ingat, itu adalah makhluk yang berbeda sama sekali.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebagai permulaan, Yogyakarta memiliki suasana yang kuno dan hampir seperti pedesaan. Penggemar berat sepeda jadul <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">sepeda onthel <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">masih berkeliaran di jalanan dengan suara itu <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">kring kring <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">menandakan kehadiran mereka. Dan ledakan transportasi lainnya dari masa lalu, yaitu <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">becak<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (penarik becak),<\/span> <span data-contrast=\"auto\">mengundang Anda untuk mendaki dan mengikuti tur kota terbuka.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Anda dapat duduk dan bersantap di lantai berlapis kain yang merupakan tempat penjual makanan yang diberi nama sehari-hari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">kaki lima<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, mengacu pada gerobak mereka yang berkaki lima (dua di antaranya<\/span><span data-contrast=\"auto\"> kaki pedagang ditambah tiga \u201ckaki\u201d, yang sebenarnya adalah roda tiga, atau roda dua dan satu kaki kayu) <\/span><span data-contrast=\"auto\">di jalan Malioboro yang terkenal. Anda memesan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">nasi kucing, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">seporsi kecil nasi, ayam, tempe, dan sayuran, dicuci dengan teh (super) manisnya atau, jika di malam hari, minuman berbahan dasar jahe <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">wedang ronde, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">untuk menghangatkan tubuh.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kemudian Anda mungkin ingin mengunjungi kompleks kerajaan, yang mengingatkan akan benteng Jawa di masa lalu. Waktu boleh saja terus berjalan, namun mereka tetap teguh menjaga tradisinya. Dan dari sinilah semuanya dimulai, karena kota ini lahir dari penciptaan Kraton.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-31395 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Every-Corner-of-Yogyakarta-1024x782.jpg\" alt=\"Setiap Sudut Becak Yogyakarta\" width=\"1024\" height=\"782\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Every-Corner-of-Yogyakarta-1024x782.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Every-Corner-of-Yogyakarta-300x229.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Every-Corner-of-Yogyakarta-768x586.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Every-Corner-of-Yogyakarta.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h5><span data-contrast=\"auto\">Seperti yang diabadikan dalam lagu balada hits Katon Bagaskara, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Yogyakarta<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">; \u201cSetiap sudut menyambutmu dengan ramah\/ penuh makna \/ Tiba-tiba aku tersapu nostalgia \/ Saat kita punya waktu \/ Menikmati bersama \/ pemandangan Jogja.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/h5>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dan itu cukup menggambarkan esensi Yogyakarta.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_31396\" aria-describedby=\"caption-attachment-31396\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-31396 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/taman-siswa-yogyakarta-1024x683.jpg\" alt=\"taman siswa yogyakarta\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/taman-siswa-yogyakarta-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/taman-siswa-yogyakarta-300x200.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/taman-siswa-yogyakarta-768x512.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/taman-siswa-yogyakarta.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-31396\" class=\"wp-caption-text\">Foto oleh Fredy Bataona<\/figcaption><\/figure>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Pembelajaran Tinggi<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Yogyakarta dikenal dengan sebutan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Kota Pelajar, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">atau Kota Pelajar. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Sekitar 20 persen dari populasi terdiri dari beragam pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa dari negara lain, yang mengambil studi mulai dari<\/span><span data-contrast=\"auto\"> dari sejarah, seni, sastra, dan ekonomi hingga ilmu komputer dan produksi penyamakan kulit. Terdapat lebih dari 100 perguruan tinggi di Yogyakarta, dengan yang tertua adalah universitas negeri, Universitas Gadjah Mada, yang didirikan pada tahun 1949.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Beberapa sumber menyatakan bagaimana wilayah tersebut tumbuh menjadi pusat pendidikan masih belum jelas. Namun, kita tidak bisa mengabaikan peran salah satu tokoh terkenal kota ini dalam membantu membentuk status reputasi tersebut. Namanya Ki Hadjar Dewantara, Menteri Pendidikan pertama dan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Pada tahun 1959, beliau dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Presiden Soekarno sebagai Bapak Pendidikan Nasional atas usahanya meraih kemerdekaan melalui jalur pendidikan.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dewantara berasal dari kalangan bangsawan, namun ia memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi masyarakat\u2014sebuah kesempatan yang hanya diberikan kepada anak-anak keluarga kerajaan Jawa dan penjajah Belanda pada masa itu. Oleh karena itu, ia mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922, yang kemudian diperluas ke provinsi lain.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Motto yang dipilihnya untuk prinsip pendidikannya disebut <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Tut<\/span><\/i> <i><span data-contrast=\"auto\">Wuri<\/span><\/i> <i><span data-contrast=\"auto\">Handayani<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, dan itu adalah kata-kata yang harus dijalani: <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">ing ngarso sung tulodo <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(yang di depan harus memberi contoh), <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">ing madyo mangun karso <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(yang di tengah harus membangkitkan semangat),<\/span><i><span data-contrast=\"auto\"> tut wuri handayani <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(yang di belakang harus memberi semangat).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_31397\" aria-describedby=\"caption-attachment-31397\" style=\"width: 768px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-31397 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/water-palace-yogyakarta.jpg\" alt=\"istana air yogyakarta\" width=\"768\" height=\"1024\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/water-palace-yogyakarta.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/water-palace-yogyakarta-225x300.jpg 225w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-31397\" class=\"wp-caption-text\">Foto oleh Fotografi Damien Lafon<\/figcaption><\/figure>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Pengalaman Kerajaan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kompleks kerajaan, pada pandangan pertama, tampak sederhana. <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Kraton<\/span><\/b> <b><span data-contrast=\"auto\">Jogja<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\"> Berada di pelataran seluas 13 hektar yang antara lain menampung beberapa pendopo dengan fungsi tertentu, masjid, museum (termasuk pameran batik, lukisan, dan sejarah Sultan Hamengkubuwono IX), dan Keraton Yogyakarta. Ini adalah pengalaman yang sejuk namun informatif dan merupakan tempat yang bagus untuk belajar tentang kekayaan sejarah kerajaan Jawa.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di luar pekarangan Kraton, Anda akan menemukannya <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Tamansari<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, sebuah kompleks taman kerajaan lengkap dengan kolam pemandian yang dulunya digunakan sebagai tempat melepas penat oleh keluarga kerajaan. Meskipun suasananya indah, bangunan itu rupanya semacam benteng dengan terowongan di bawahnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Untuk perayaan budaya yang unik, Anda harus mengunjungi Kraton selama tiga hari raya umat Islam: Ramadhan, Idul Adha, dan kelahiran Nabi Muhammad. Prosesi seremonial yang terasa hampir militeristik keluar dari istana Sultan; tentara dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">abdi dalem <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(penjaga rumah tangga kerajaan) membawa persembahan berbentuk kerucut yang disebut <\/span><b><i><span data-contrast=\"auto\">gunungan<\/span><\/i><\/b> <span data-contrast=\"auto\">ke masjid Masjid Gedhe.\u00a0\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ada tujuh<\/span> <span data-contrast=\"auto\">secara total, dipimpin oleh <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">gunungan kakung <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(laki-laki) dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">gunungan estri <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(betina), dan mereka ditumpuk tinggi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">ketan <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(ketan), kue, sayuran, dan buah-buahan\u2014semuanya diikat pada batang bambu. Keadaan menjadi sedikit kacau di tujuan terakhir prosesi ketika orang-orang dengan panik berusaha mengambil makanan sebanyak-banyaknya dari tumpukan. Dipercaya bahwa semakin banyak yang mereka dapatkan, semakin banyak berkah yang mereka terima. Ritual tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen alam sekaligus melambangkan persembahan Sultan kepada rakyatnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-27012 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-782x1024.jpg\" alt=\"Instant Karma Magazine Edition 18, Yogyakarta Malioboro Becak Indonesia Culture Budaya Jogja travel perjalanan wisata Nusantara\" width=\"782\" height=\"1024\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-782x1024.jpg 782w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-229x300.jpg 229w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-768x1006.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-1173x1536.jpg 1173w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-1564x2048.jpg 1564w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-624x817.jpg 624w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/DSCF93831-1-scaled.jpg 1955w\" sizes=\"auto, (max-width: 782px) 100vw, 782px\" \/><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Mengikuti Perkembangan Zaman<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sejak tahun 2019, pameran tahunan telah diadakan dua kali setahun di Kraton. Setiap tahun tema yang berbeda ditonjolkan, dan untuk tahun 2023 mereka memilih tema \u201cKraton, Alam, dan Kontinuitas\u201d. Pameran pertama tahun ini, yang diadakan setiap bulan Maret \u2013 September, biasanya mengangkat topik yang berpusat pada benda-benda yang berhubungan dengan Kraton; pameran kedua, dari Oktober hingga Desember, berkaitan dengan tokoh-tokoh Kraton.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebagai bagian dari upaya mereka untuk mengikuti perkembangan zaman, Kraton Jogja memiliki akun Instagram resmi (@KratonJogja) dan saluran YouTube yang memposting kegiatan dan program yang terjadi di lokasi. Jadi pastikan untuk memeriksanya.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span aria-hidden=\"true\">\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Pohon Menyediakan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, lingkungan kota ini tenang namun dinamis. Semangatnya dicontohkan dengan sempurna oleh <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Jalan Malioboro<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">\u2014Area yang ramai dan ramai tidak hanya untuk bersantap tetapi juga untuk berbelanja. Di sini Anda bisa menemukan pakaian kasual yang dipadukan dengan pedagang batik dan kerajinan tangan. Agak wisata, tapi ini tempat termudah untuk merasakan suasana kota.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-27017 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash-1-1024x683.jpg\" alt=\"Instant Karma Magazine Edition 18, Yogyakarta Batik Indonesia Culture Budaya Jogja travel perjalanan wisata nusantara\" width=\"1024\" height=\"683\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash-1-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash-1-624x416.jpg 624w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Situs belanja populer lainnya adalah <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Pasar Beringharjo<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, yang sudah ada sejak tahun 1700-an. Di sini Anda akan menemukan koleksi batik yang lebih lengkap, barang-barang vintage, lantai khusus untuk <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">jamu<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (minuman herbal tradisional) serta rempah-rempah yang membuat minuman tersebut, dan terlebih lagi makanan lokal. Pasar ini mungkin terlihat \u201cmodern\u201d\u2014bukan lagi ruang terbuka seperti pasar tradisional pada umumnya\u2014tetapi hal ini berakar pada perkembangan awal kota sebagai bagian dari perluasan ke utara Kraton yang berpusat pada kegiatan ekonomi.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Nama itu sendiri merupakan gabungan dari kata tersebut <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">bering <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(pohon beringin keramat yang menempati lahan yang dulunya kosong), dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">harjo <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(kesejahteraan), makna yang mendasari pohon tersebut diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kota.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\"> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-31398 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/nasi-kucing-yogyakarta-1024x576.jpg\" alt=\"nasi kucing yogyakarta\" width=\"1024\" height=\"576\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/nasi-kucing-yogyakarta-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/nasi-kucing-yogyakarta-300x169.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/nasi-kucing-yogyakarta-768x432.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/nasi-kucing-yogyakarta.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Kehidupan yang Manis<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"auto\">Nasi kucing <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(secara harfiah diterjemahkan menjadi <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">makanan kucing<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) bukan lambang kuliner Yogyakarta. Ini adalah variasi dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">nasi campur <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(nasi campur) tapi dengan porsi yang jauh lebih kecil. Masakan khas Jogja adalah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">gudeg, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">terbuat dari nangka muda yang direndam dalam gula jawa dan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">santan <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">susu. Ingat, rasanya manis (karena masyarakat Jawa Tengah menyukai makanan dan minumannya), tapi enak. Hidangan ini identik dengan Yogyakarta, memberikan julukan lain pada kota ini: <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Kota Gudeg.\u00a0<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ada <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">banyak <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">tempat yang menawarkan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">gudeg <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">di Yogyakarta\u2014termasuk di Malioboro\u2014tetapi untuk rasa yang lebih autentik, cobalah <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Gudeg<\/span><\/b> <b><span data-contrast=\"auto\">Yu<\/span><\/b> <b><span data-contrast=\"auto\">Jum<\/span><\/b> <b><span data-contrast=\"auto\">Wijilan<\/span><\/b> <span data-contrast=\"auto\">Dan <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Gudeg<\/span><\/b> <b><span data-contrast=\"auto\">Permata<\/span><\/b> <span data-contrast=\"auto\">karena mereka memasak dari resep warisan keluarga.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Untuk kesenangan manis lainnya, <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">bakpia<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\"> mengambil kuenya. Kue bulan yang awalnya diisi pasta kacang hijau, kini isiannya lebih variatif, antara lain coklat, keju, dan durian. Kue tersebut dibawa ke wilayah tersebut oleh para pedagang Tiongkok (dengan isian daging), dan kini menjadi makanan favorit para pengunjung untuk dibawa pulang. Banyak toko yang menjual <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">bakpia<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, yang populer adalah <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Bakpia Pathok. <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">Meski begitu, Anda juga bisa membeli langsung dari industri rumah tangga yang memproduksinya. Tanyakan saja pada tukang becak, dan mereka akan mengantar Anda ke sana.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-27016 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Prambanan-21-1-1024x673.jpg\" alt=\"Prambanan Yogyakarta\" width=\"1024\" height=\"673\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Prambanan-21-1-1024x673.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Prambanan-21-1-300x197.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Prambanan-21-1-768x505.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Prambanan-21-1-1536x1010.jpg 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Prambanan-21-1-2048x1346.jpg 2048w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Prambanan-21-1-624x410.jpg 624w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\"> Penampakan Rohani<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tentu saja, sama seperti di Bali, kita tidak bisa membicarakan Yogyakarta tanpa menyebut candi-candinya. Yang agung <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Candi Borobudur, <\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">kuil Budha terbesar di dunia,<\/span> <span data-contrast=\"auto\">adalah daya tarik utamanya: pemandangan yang akan membuat Anda bertanya-tanya bagaimana mereka bisa membuat ini sebelum munculnya alat berat.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Situs Warisan Dunia UNESCO ini dibangun pada masa Dinasti Syailendra Budha yang pernah memerintah wilayah tersebut pada tahun 8-9<\/span><span data-contrast=\"auto\">th<\/span><span data-contrast=\"auto\"> abad. Ini memiliki arsitektur bundar di mana Anda pergi searah jarum jam, mulai dari empat platform persegi bawah yang mengarah ke tiga platform melingkar yang dianggap mewakili kenaikan Buddha menuju pencerahan. Ini adalah situs ziarah yang banyak dikunjungi umat Buddha di Vaisak, termasuk biksu dari Thailand yang berjalan kaki dari negara asalnya ke Borobudur.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Secara geografis, Candi Borobudur sebenarnya berbatasan dengan Yogyakarta\u2014terletak di kota Magelang di sebelah selatan Jogja, terletak di lingkungan hijau yang asri. Di dekat Borobudur, terdapat candi Buddha yang lebih kecil, <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Mendut<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\"> Dan <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Pawon<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, dan ketiganya dianggap sebagai jalur ziarah masa lalu yang saling berhubungan karena letaknya dalam satu garis lurus.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kuil lain yang wajib dilihat adalah kuil Hindu <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Prambanan<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, sekitar 17km timur laut Jogja, dibangun sekitar waktu yang sama dengan Borobudur. Di sini candi-candi tersebut tersebar menjadi enam candi besar. Tiga candi melambangkan tiga dewa Hindu: Brahma Sang Pencipta, Wisnu Sang Pemelihara, dan Siwa Sang Penghancur; sedangkan tiga lainnya yang terletak di seberangnya mewakili kendaraan masing-masing (vahana), yaitu garuda, banteng, dan angsa. Candi ini dipandang sebagai candi yang dibangun untuk menghormati Siwa sebagai dewa kehancuran, memiliki candi tertinggi (47 meter).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia dan terbesar kedua setelah Angkor Wat. Daya tarik utama di lokasi ini adalah pertunjukan Sendratari Ramayana. Pertunjukan tari teatrikal ini menceritakan kisah Rama dan Sitta dari epos Ramayana (seperti yang tergambar pada relief candi). Pertunjukan ini diadakan dua kali setahun: di panggung terbuka pada bulan Mei-Oktober; dan di dalam ruangan pada musim hujan pada bulan Januari-April dan November-Desember.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sangat mudah untuk mengambil foto tanpa henti (terutama dengan latar belakang Gunung Merapi di kejauhan) atau TikTok saat Anda memasuki candi, namun luangkan juga waktu untuk mengenal kisah candi. Anda dapat melakukan ini dengan meminta panduan untuk memandu Anda melalui semua langkah dan menjelaskan sejarah situs bersejarah yang luar biasa ini.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta memiliki suasana yang kuno dan hampir seperti pedesaan. Penggemar sepeda onthel jadul masih berkeliaran di jalanan dengan suara kring kring menandakan kehadiran mereka. Dan ledakan transportasi lain dari masa lalu, becak (becak), mengundang Anda untuk naik dan melakukan tur kota terbuka.\u00a0<\/p>","protected":false},"author":46,"featured_media":27019,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[270],"tags":[367],"section":[385],"interest":[397,377],"_magazine":[316],"class_list":["post-27007","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-explore","tag-367","section-explore","interest-history","interest-sightseeing","_magazine-316"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/27007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27007"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/27007\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27007"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=27007"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=27007"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=27007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-02 03:03:34 UTC -->