{"id":20546,"date":"2023-01-02T22:47:42","date_gmt":"2023-01-02T14:47:42","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=20546"},"modified":"2024-02-05T02:36:27","modified_gmt":"2024-02-04T18:36:27","slug":"semuanya-naik-pinisi","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/semuanya-naik-pinisi\/","title":{"rendered":"Semua Naik Pinisi"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p><span data-contrast=\"auto\">Perahu Pinisi yang terkenal di dunia.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Kapal layar tradisional ini telah mengarungi perairan wilayah ini selama berabad-abad, dan merupakan bukti kecerdikan dan keahlian orang-orang yang membangunnya.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sungguh menggembirakan melihat perahu-perahu indah dan unik ini masih dibangun dan digunakan hingga saat ini. Tidak hanya berfungsi sebagai pengingat akan kekayaan sejarah Sulawesi Selatan, namun juga merupakan bukti kekuatan tradisi dan semangat kemanusiaan yang abadi.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20554 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pinisi-1024x724.jpg\" alt=\"pinisi\" width=\"1024\" height=\"724\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pinisi-1024x724.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pinisi-300x212.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pinisi-768x543.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pinisi-624x441.jpg 624w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pinisi.jpg 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam dunia kapal pesiar dan kapal pesiar, sangat menggembirakan mengetahui beberapa hal tradisional<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">kapal layar masih mengarungi lautan lepas. Baik Anda seorang pelaut kawakan atau sekadar pecinta sejarah dan budaya, perjalanan menaiki perahu Pinisi adalah pengalaman yang tidak akan pernah Anda lupakan.<\/span><\/p>\n<h3>Perahu kayu Pinisi adalah salah satunya \u2014 simbol kuat bahari masa lalu suku Bugis.<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Keturunan pembuat Pinisi tinggal di desa pesisir Tana Beru di<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Kabupaten Bulukumba (176km dari Kota Makassar). Bulukumba merupakan tempat pembuatan perahu<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">pusatnya di Sulawesi dan meliputi wilayah Lemo-Lemo, Bara, Tanjung Bira, dan Tana<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Beru.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di pasar perahu Tana Beru, barisan Pinisi disangga pada perancah bambu yang sangat besar<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">ukuran (walaupun ketinggian normalnya sekitar 2 meter di sini, satu perahu khusus dapat masuk<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">5,3m), dan sungguh menakjubkan untuk dilihat. Terlebih lagi ketika Anda bisa melihat mereka di tempatnya:<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">di air. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sekilas tentang masa lalu ketika suku Bugis mengarungi lautan lepas (dan ada yang bilang<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">ditakuti sebagai bajak laut).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Meski tidak disebutkan namanya, sebuah kapal layar mengapung melintasi halaman La Galigo, the<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Sastra kuno Bugis, sebagai transportasi Sawerigading, Pangeran Kerajaan Luwu, as<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">dia bepergian ke Cina. Dia kembali ke rumah dengan seorang pengantin wanita, tetapi badai besar membalikkan perahunya,<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">dan puing-puingnya tersapu ke lepas pantai desa Ara, Tana Lemo, dan Bira; dari<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">yang dibangun oleh masyarakat yang sekarang disebut Pinisi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Ritual Pembuatan Pinisi<b><span data-contrast=\"auto\"><br \/>\n<\/span><\/b><\/h2>\n<p><span data-contrast=\"auto\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20547 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pinisi-Foto-Source-Canva-1-1024x724.jpg\" alt=\"perahu pinisi sedang dibuat\" width=\"1024\" height=\"724\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pinisi-Foto-Source-Canva-1-1024x724.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pinisi-Foto-Source-Canva-1-300x212.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pinisi-Foto-Source-Canva-1-768x543.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pinisi-Foto-Source-Canva-1-1536x1086.jpg 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pinisi-Foto-Source-Canva-1-2048x1448.jpg 2048w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Pinisi-Foto-Source-Canva-1-624x441.jpg 624w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Menariknya, ritual pembuatan Pinisi masih dilaksanakan hingga saat ini, seperti<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">persembahan manis untuk keberuntungan dan darah ayam putih untuk mencegah kecelakaan. <\/span><\/p>\n<h3>Jenis kayu yang digunakan untuk Pinisi<\/h3>\n<div class=\"relative flex w-[calc(100%-50px)] md:flex-col lg:w-[calc(100%-115px)]\">\n<div class=\"flex flex-grow flex-col gap-3\">\n<div class=\"min-h-[20px] flex flex-col items-start gap-4 whitespace-pre-wrap\">\n<div class=\"markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark\">\n<p>Perahu Pinisi benar-benar sebuah karya seni, dengan desain rumit dan perhatian terhadap detail. Namun yang membedakannya adalah bahan unik yang digunakan dalam konstruksinya. Kayu yang digunakan untuk membuat perahu Pinisi merupakan kombinasi dari dua jenis pohon asli Indonesia: \u201cbitti\u201d dan \u201culin\u201d (kayu ulin Kalimantan).<\/p>\n<p>Bitti merupakan kayu yang kuat dan tahan lama serta tahan terhadap pembusukan, sehingga cocok untuk digunakan dalam pembuatan kapal. <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Eusideroxylon_zwageri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ulin, juga dikenal sebagai kayu ulin kalimantan<\/a>, adalah kayu yang sangat padat dan berat yang dihargai karena kekuatan dan ketahanannya terhadap pembusukan.<\/p>\n<p>Perpaduan kedua jenis kayu ini menghasilkan sebuah kapal yang tidak hanya cantik dipandang, namun juga kuat dan tahan lama menahan kerasnya kehidupan di laut.<\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun mereka tidak menebang pohon pada hari-hari tertentu: harus pada hari-hari tersebut<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">tanggal 5 atau 7 setiap bulannya. Kedua angka tersebut melambangkan keberuntungan atau nasib baik.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Yang menakjubkan dari pembuatan Pinisi adalah tidak adanya cetak biru desain.<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Itu<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">pengrajin di pasar perahu Tana Beru tentu saja tidak melakukannya; itu adalah kerajinan warisan yang mereka peroleh<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">dari para pendahulu mereka yang membuat perahu. Inilah sebabnya mengapa biaya pembuatan perahu ini bisa mahal<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">sangat mahal (dan sangat lama karena pembuatan dan kesempurnaannya membutuhkan waktu dua tahun).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada tahun 2017, Pinisi diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Kemodernan. Dan memang merupakan warisan budaya yang untungnya masih dilestarikan hingga saat ini.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">Modernisasi, bagaimanapun, telah menyebabkan beberapa modifikasi pada perahu. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di masa lalu, memang demikian<\/span><span data-contrast=\"auto\"> sebuah kapal bertenaga angin, dengan tujuh layar pada dua tiang yang kemudian digulirkan seperti<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">tirai pada tiang berdiri. Namun saat ini, sebagian besar Pinisi ditenagai oleh mesin, khususnya<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"auto\">yang digunakan untuk keperluan pariwisata.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun sungguh menyenangkan membayangkan masa ketika perahu-perahu megah ini menguasai lautan, a<\/span><span data-contrast=\"auto\">dan di beberapa sudut laut terpencil <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/keindahan-sulawesi\/\">Sulawesi<\/a>, mungkin masih begitu.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perahu Pinisi yang terkenal di dunia. Perahu layar tradisional ini telah mengarungi perairan di wilayah tersebut selama berabad-abad, dan merupakan bukti kecerdikan dan keterampilan orang-orang yang membuatnya. Sungguh menggembirakan melihat bahwa perahu yang cantik dan unik ini masih dibuat dan digunakan hingga saat ini. Perahu ini tidak hanya berfungsi [\u2026]<\/p>","protected":false},"author":46,"featured_media":20548,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[271],"tags":[360],"section":[386],"interest":[397],"_magazine":[358],"class_list":["post-20546","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","tag-360","section-culture","interest-history","_magazine-358"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/20546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20546"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/20546\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20546"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=20546"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=20546"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=20546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-01 18:23:30 UTC -->