{"id":20497,"date":"2023-01-02T21:51:16","date_gmt":"2023-01-02T13:51:16","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=20497"},"modified":"2024-02-05T02:37:00","modified_gmt":"2024-02-04T18:37:00","slug":"keindahan-sulawesi","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/keindahan-sulawesi\/","title":{"rendered":"Keindahan Sulawesi"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p><span data-contrast=\"none\">Pulau Sulawesi, yang sebelumnya dikenal dengan nama Celebes, memiliki keanekaragaman budaya dan destinasi perairan yang luar biasa (seperti Taman Nasional Bunaken dan Kepulauan Wakatobi) namun masih relatif belum terjamah.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Tapi mungkin itu yang lebih baik. Permata tersembunyi terletak di setiap sudut, dengan pantai yang masih asli, pegunungan yang megah, dan hutan hujan terpencil yang membentang di empat \u201ctentakelnya\u201d.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20512 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/sulawesi-map-1024x724.png\" alt=\"peta sulawesi\" width=\"1024\" height=\"724\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/sulawesi-map-1024x724.png 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/sulawesi-map-300x212.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/sulawesi-map-768x543.png 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/sulawesi-map-1536x1087.png 1536w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/sulawesi-map.png 1750w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Yang disebut tentakel adalah empat semenanjung di pulau itu: Semenanjung Minahasa di Sulawesi Utara, Semenanjung Timur, Semenanjung Selatan, dan Semenanjung Tenggara.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Setiap semenanjung Sulawesi memiliki budaya khasnya masing-masing yang masih terikat erat dengan praktik animisme kuno, khususnya di wilayah selatan seperti prosesi pemakaman yang tiada tara.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Penduduk pulau ini juga terkenal dengan kehebatan pelaut mereka, seperti yang dicontohkan dengan sempurna oleh organisasi yang diakui UNESCO. <a href=\"\/id\/artikel\/pinisi\/\">Perahu Pinisi suku Bugis<\/a>. Ada pula suku Bajo yang mendapat julukan sebagai<\/span><i><span data-contrast=\"none\">gipsi laut<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">karena mereka tinggal di desa terapung di pulau Togean. Di tengah pasang surutnya dunia, kita penasaran untuk melihat bagaimana dampaknya terhadap kehidupan mereka di masa depan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h3>Suku Sulawesi<\/h3>\n<h4>Suku Religius Minahasa (Sulawesi Utara)<\/h4>\n<p><span data-contrast=\"none\">Manado; rumah dari nama keluarga tunggal (atau<\/span><i><span data-contrast=\"none\">marga<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">) seperti<\/span><i><span data-contrast=\"none\">Gerungan, Mandagi, Ratulangi, Umboh, Sondakh,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">dan masih banyak lagi yang lainnya sehingga Anda dapat mengetahui dari desa mana mereka berasal. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Karena pengaruh besar penjajahan Portugis, Spanyol, dan akhirnya Belanda, Manado dan sekitarnya memiliki pola asuh yang sangat kebarat-baratan. Mereka menggunakan kata \u201cfam\u201d untuk menunjukkan nama keluarga, yang berasal dari kata Belanda \u201cvan\u201d. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Menurut salah satu penduduk Manado, kota itu sendiri tidak memiliki \u201cbudaya\u201d tertentu, dan menjadi umat Kristen yang setia dan rajin ke gereja adalah hal yang lumrah di sini karena 67.41% penduduk Manado beragama Protestan. Gereja, seperti yang diharapkan, hanya berjarak sepelemparan batu dari sini.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20503 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-10-46-14-PRINT.pdf.png\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"930\" height=\"493\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-10-46-14-PRINT.pdf.png 930w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-10-46-14-PRINT.pdf-300x159.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-10-46-14-PRINT.pdf-768x407.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 930px) 100vw, 930px\" \/><\/span><\/p>\n<h4><span data-contrast=\"none\">Namun bukan berarti di Manado tidak ada budaya dalam arti tradisional. <\/span><\/h4>\n<p><span data-contrast=\"none\">Beberapa sekolah mengajarkan siswanya cara bermain<\/span><i><span data-contrast=\"none\">kulintang,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">alat musik perkusi tradisional Minahasa yang terdiri dari bilah-bilah kayu yang disusun berjajar dan dipasang pada bak kayu. Sebelum kedatangan penjajah, alat musik tersebut digunakan sebagai bagian pemujaan kepada roh leluhur. <\/span><\/p>\n<h4><span data-contrast=\"none\">Pada tahun 2013, Kementerian Pendidikan RI dan Culture mengakui<\/span><i><span data-contrast=\"none\">kulintang<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Indonesia.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_20513\" aria-describedby=\"caption-attachment-20513\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20513 size-medium\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/kulintang-300x212.png\" alt=\"sulawesi manado kulintang\" width=\"300\" height=\"212\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/kulintang-300x212.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/kulintang-768x543.png 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/kulintang-1024x724.png 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/kulintang.png 1500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-20513\" class=\"wp-caption-text\"><em>Alat musik tradisional kulintang khas Manado<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span data-contrast=\"none\">Tradisi menarik lainnya dari Minahasa disebut<em>M<\/em><\/span><i><span data-contrast=\"none\">apalus,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">yang merupakan bentuk &#039;G<\/span><i><span data-contrast=\"none\">otong Royong&#039;<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">atau pelayanan komunal yang dilakukan di seluruh Indonesia. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Tradisi ini berawal dari pertanian dimana setiap orang memberikan bantuan untuk memanen hasil alam namun secara bertahap telah diterapkan juga pada siklus hidup seseorang (kelahiran, pernikahan, kematian). Semangat komunal dari<em>M<\/em><\/span><i><span data-contrast=\"none\">apalus<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">Hal ini tentunya patut dipuji karena kehidupan modern, terutama di kota-kota besar, kurang memiliki rasa timbal balik. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Dan salah satu slogan Sulawesi Utara menjelaskan semuanya:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><i><span data-contrast=\"none\">Torang semua basudara,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">diterjemahkan sebagai Kita semua adalah keluarga.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20504 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-10-27-14-PRINT.pdf.png\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"738\" height=\"489\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-10-27-14-PRINT.pdf.png 738w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-10-27-14-PRINT.pdf-300x199.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/p>\n<h4><\/h4>\n<h3>Bugis Terikat Samudera Sulawesi Selatan<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"none\">Ada pepatah lama dalam bahasa Indonesia:<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"none\">Nenek moyangku adalah seorang pelaut<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">(Nenek moyang saya adalah pelaut), sebuah pepatah yang mungkin muncul dari suku Bugis yang merupakan pelaut di Sulawesi Selatan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20501 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-29-14-PRINT.pdf-1024x448.png\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"1024\" height=\"448\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-29-14-PRINT.pdf-1024x448.png 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-29-14-PRINT.pdf-300x131.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-29-14-PRINT.pdf-768x336.png 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-29-14-PRINT.pdf.png 1222w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Suku Bugis merupakan suku terbesar di Sulawesi Selatan (diikuti oleh Makassar, Toraja, dan Mandar). Dan inilah hal-hal sepele yang menarik: orang Bugis pada mulanya tidak terikat pada laut\u2014mereka adalah petani pertama yang dimulai pada abad ke-18. Mereka baru mulai dikenal sebagai pelaut pada abad ke-19 ketika armada kapal pinisi mereka terlihat hingga ke Australia dan Afrika.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20498 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-12-41-14-PRINT.pdf1_.png\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"886\" height=\"470\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-12-41-14-PRINT.pdf1_.png 886w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-12-41-14-PRINT.pdf1_-300x159.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-12-41-14-PRINT.pdf1_-768x407.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 886px) 100vw, 886px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Ada juga tradisi<em>S<\/em><\/span><i><span data-contrast=\"none\">ya ampun<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">Dan<em>P<\/em><\/span><i><span data-contrast=\"none\"><em>A<\/em>ssompeg.<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">Yang pertama artinya kira-kira \u201cberkelana\u201d dan yang kedua artinya \u201cmelintasi lautan\u201d, yang menyebarkan populasi suku Bugis di seluruh kepulauan Indonesia dan juga di berbagai negara.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Anda bahkan dapat menemukan sebuah desa bernama<\/span><i><span data-contrast=\"none\">Makasar<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">di pinggiran Cape Town di Afrika Selatan. Mereka juga dianggap bertanggung jawab atas menjamurnya perdagangan rempah-rempah di seluruh dunia saat mereka memuat rempah-rempah favorit mereka ke dalam kapal.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h3>Sastra Epik La Galigo<\/h3>\n<figure id=\"attachment_20514\" aria-describedby=\"caption-attachment-20514\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20514 size-medium\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/la-galigo-e1672667004513-300x179.jpg\" alt=\"www.republika.co.id\" width=\"300\" height=\"179\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/la-galigo-e1672667004513-300x179.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/la-galigo-e1672667004513-768x459.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/la-galigo-e1672667004513.jpg 798w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-20514\" class=\"wp-caption-text\">Foto milik dari <a href=\"https:\/\/www.republika.co.id\/berita\/q7r6uh430\/pengaruh-islam-dalam-epos-i-la-galigo-1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">www.republika.co.id<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span data-contrast=\"none\">La Galigo ibarat kitab suci bagi penganut kepercayaan kuno suku Bugis yang disebut &#039;<em>T<\/em><\/span><i><span data-contrast=\"none\">o Lotang&#039;.<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">Volumenya yang tipis\u20146000 halaman\u2014bahkan melebihi kitab suci lain seperti Mahabharata India dan Homerus Yunani. Ini bersifat episodik dan membahas subjek moralitas dan kebijaksanaan yang dibungkus dalam mitologi yang melibatkan dewa surgawi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span data-contrast=\"none\">La Galigo<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">berasal dari abad ke-14 dan diwariskan melalui tradisi lisan sebelum ditulis antara abad ke-18 \u2013 ke-20. Naskah tersebut kini dianggap sebagai karya sastra terpanjang di dunia, ditulis dalam bentuk puisi pentameter.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Kata-kata La Galigo dilantunkan dan melibatkan ritual tertentu\u2014persembahan, pengorbanan hewan\u2014sebelum dibacakan. Itu<\/span><i><span data-contrast=\"none\">bissu,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">pendeta suci Bugis, bertanggung jawab atas nyanyian La Galigo.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20506 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-09-47-14-PRINT.pdf-1024x452.png\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"1024\" height=\"452\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-09-47-14-PRINT.pdf-1024x452.png 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-09-47-14-PRINT.pdf-300x132.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-09-47-14-PRINT.pdf-768x339.png 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-09-47-14-PRINT.pdf.png 1060w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<h3>Di Sulawesi mereka adalah Bissu<\/h3>\n<p><span data-contrast=\"none\">Itu<\/span><i><span data-contrast=\"none\">bissu<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">orang Bugis merupakan sosok yang menarik dalam sejarah Bugis. Jauh sebelum dunia saat ini secara perlahan mengakui keberagaman gender\u2014dan kata ganti\u2014, suku Bugis mengakui lima gender:<\/span><i><span data-contrast=\"none\">oroane<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">(cis laki-laki),<\/span><i><span data-contrast=\"none\">makkunrai<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">(cis perempuan),<\/span><i><span data-contrast=\"none\">kalalai<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">(perempuan dengan tingkah laku laki-laki),<\/span><i><span data-contrast=\"none\">calalabai<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">(laki-laki dengan perilaku perempuan), dan, terakhir,<\/span><i><span data-contrast=\"none\">bissu,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">sosok interseks yang mewujudkan maskulin dan feminin.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Dalam<\/span><i><span data-contrast=\"none\">La Galigo<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">teks, itu<\/span><i><span data-contrast=\"none\">bissu<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">disebutkan turun ke bumi bersama dengan manusia pertama di bumi (<\/span><i><span data-contrast=\"none\">ke Manurung<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">), dan mereka ditugaskan sebagai penjaga kerajaan dan sebagai penghubung antar manusia, dewa langit (<\/span><i><span data-contrast=\"none\">butti langi<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">), dan dewa laut (buri liung). Demikianlah kedudukan mereka yang sakral dan dihormati dalam suku Bugis.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20510 size-large\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Sulawesi_08_come2indonesia_Indonesia-1024x720.jpg\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"1024\" height=\"720\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Sulawesi_08_come2indonesia_Indonesia-1024x720.jpg 1024w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Sulawesi_08_come2indonesia_Indonesia-300x211.jpg 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Sulawesi_08_come2indonesia_Indonesia-768x540.jpg 768w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Sulawesi_08_come2indonesia_Indonesia.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Sayangnya, di dunia modern, peran<\/span><i><span data-contrast=\"none\">bissu<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">telah diremehkan dan dipinggirkan secara signifikan, dimulai dari Islamifikasi provinsi tersebut oleh gerakan pemberontak Kahar Muzakar pada tahun 1965. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Bersama dengan<\/span><i><span data-contrast=\"none\">calalabai<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">gender, mereka diejek dan dianggap tidak wajar. Tetapi beberapa<\/span><i><span data-contrast=\"none\">bissu<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">masyarakat masih bertahan hingga saat ini, memimpin dan memberkati upacara pernikahan, terutama di kabupaten tempat pernikahan tersebut<\/span><i><span data-contrast=\"none\">ke lotang<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">masih dalam praktek seperti di Kabupaten Sidenreng Rappang.<\/span><\/p>\n<h3>Beberapa Hal Menarik di Sulawesi<\/h3>\n<h4>Danau Danau Tondano<\/h4>\n<p><span data-contrast=\"none\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20500 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-51-14-PRINT.pdf.png\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"820\" height=\"554\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-51-14-PRINT.pdf.png 820w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-51-14-PRINT.pdf-300x203.png 300w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-11-51-14-PRINT.pdf-768x519.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 820px) 100vw, 820px\" \/>Terletak sekitar 30 menit dari kota Manado, Danau Tondano adalah tempat sejuk dan indah yang dikelilingi oleh tiga gunung megah (Lembean, Kaweng, Masareng). Cerita rakyat setempat mengatakan bahwa danau tersebut adalah hasil dari kencan menggelora antara dua sejoli yang orang tuanya tidak menyetujui hubungan mereka. Mereka lari ke hutan dan gunung berapi Kaweng membuat kawah dan menciptakan danau. <\/span><\/p>\n<h5><span data-contrast=\"none\">Dan betapa indahnya danau itu! <\/span><\/h5>\n<p><span data-contrast=\"none\">Daerah sekitarnya dipenuhi dengan beberapa restoran sederhana di mana Anda dapat mencoba masakan lokal yang sebagian besar pedas. Anda juga dapat berjalan kaki dan merasakan kehidupan desa setempat. <\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Jika beruntung, Anda bisa diajak ke salah satu rumah (apalagi jika Anda bersama pemandu wisata) dan mendapatkan seporsi pisang goreng dengan bumbu sambal serta minuman keras lokalnya,<\/span><i><span data-contrast=\"none\">topi tikus,<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">alkohol jenis vodka 70% yang terbuat dari gula palem yang difermentasi. Minumlah kalau berani, tapi pasti enak untuk menghangatkan badan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h4>Taman Nasional Bunaken<\/h4>\n<p><span data-contrast=\"none\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-20499 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/files\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-12-22-14-PRINT.pdf.png\" alt=\"jelajahi sulawesi\" width=\"726\" height=\"387\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-12-22-14-PRINT.pdf.png 726w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Screenshot-2023-01-02-at-21-12-22-14-PRINT.pdf-300x160.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Untuk aktivitas bawah laut, Taman Nasional Bunaken adalah pemandangan yang tidak boleh Anda lewatkan saat berada di utara Sulawesi. Ini adalah taman laut seluas 75.265 hektar yang terdiri dari lima pulau: Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage, dan Naen. Taman yang terletak di dekat pusat Segitiga Terumbu Karang ini merupakan rumah bagi 390 spesies karang berwarna-warni dan banyak biota laut.<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Sorotan utamanya meliputi dinding gantung: dinding batu vertikal raksasa yang berfungsi sebagai semacam prasmanan makanan bagi ikan. Praktik penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab\u2014seperti penangkapan ikan dengan bahan peledak\u2014telah memberikan dampak negatif terhadap lingkungan bawah laut, namun upaya konservasi yang terus dilakukan perlahan-lahan memulihkan keindahan taman tersebut.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pulau Sulawesi, yang sebelumnya dikenal sebagai Celebes, memiliki keragaman budaya dan destinasi akuatik yang luar biasa (seperti Taman Nasional Bunaken dan Kepulauan Wakatobi) namun masih relatif belum tersentuh. Namun mungkin itu lebih baik. Permata tersembunyi terletak di setiap sudut, dengan pantai-pantai yang masih asli, gunung-gunung yang megah, dan hutan hujan terpencil yang membentang di [\u2026]<\/p>","protected":false},"author":46,"featured_media":20511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[271,270],"tags":[360,278],"section":[386,385],"interest":[199,377],"_magazine":[358],"class_list":["post-20497","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","category-explore","tag-360","tag-sulawesi","section-culture","section-explore","interest-expeditions","interest-sightseeing","_magazine-358"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/20497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/20497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20497"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=20497"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=20497"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=20497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-02 10:35:23 UTC -->