{"id":13222,"date":"2022-07-04T11:29:22","date_gmt":"2022-07-04T03:29:22","guid":{"rendered":"https:\/\/instantkarmamag.com\/?post_type=article&#038;p=13222"},"modified":"2024-02-05T03:17:29","modified_gmt":"2024-02-04T19:17:29","slug":"tenganan-bali-aga-hilang-ditelan-waktu","status":"publish","type":"article","link":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/tenganan-bali-aga-hilang-ditelan-waktu\/","title":{"rendered":"Tenganan \u2013 Bali Aga Hilang dalam Waktu"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><p>Tenganan terletak di <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/karangasem-bali-timur-2\/\">Karangasem, di timur laut Bali.<\/a> Asal usulnya hilang seiring berjalannya waktu, karena desa inilah yang didirikan oleh para pendatang pertama ke Bali. Orang yang tinggal di sini disebut Bali Aga; mereka dianggap sebagai penduduk asli Bali, namun hal ini tidak sepenuhnya benar. Mereka datang ke sini sejak lama, dan waktu telah menghapus semua kenangan tentang tempat asal mereka. Para peneliti mengklaim India bisa jadi adalah rumah asli mereka. Jika Anda membaca tentang Bali Aga di Wikipedia, Anda akan mengetahui bahwa istilah \u201cBali Aga\u201d bersifat menghina, namun orang-orang ini belum pernah mendengarnya. Justru sebaliknya, mereka malah terkesan bangga menjadi Bali Aga.<\/p>\n<h2>Meskipun Anda dapat menemukan beberapa desa Bali Aga di Bali, Tenganan sangatlah unik.<\/h2>\n<p>Mereka masih memegang teguh tradisinya dan tidak banyak berubah terhadap penjajah atau wisatawan. Saya percaya ini karena kecintaan mereka terhadap budaya mereka. Misalnya saja, Gede \u2013 seorang pemandu yang akan membawa kita menjelajahi desa dan sejarahnya \u2013 memiliki semangat yang terlihat ketika ia berbicara tentang Tenganan dan masyarakatnya. Dia memperkenalkan kami kepada Pak Putu Yudiana \u2013 kepala desa. Dia bertanggung jawab atas perdamaian di Tenganan dan kemakmurannya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_13230\" aria-describedby=\"caption-attachment-13230\" style=\"width: 489px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13230 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/tenganan-village-thumb-2.png\" alt=\"hilang dalam waktu tenganan artikel karma instan mindufl travel magazine indonesia\" width=\"489\" height=\"435\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/tenganan-village-thumb-2.png 489w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/tenganan-village-thumb-2-300x267.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 489px) 100vw, 489px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13230\" class=\"wp-caption-text\"><em>foto oleh <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/yangunayasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yan Gunayasa<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Bagian utama desa memiliki empat gerbang yang mengarah ke berbagai arah. Ada desa lain tepat di luar area pusat. Masyarakat yang tinggal di sini bukan Bali Aga, namun mereka tetap bisa mengikuti beberapa upacara dan membantu desa. Di sampingnya terdapat sawah terasering milik masyarakat Tenganan. Mereka berhak mendapat sebagian penghasilannya dari ladang tersebut.<\/p>\n<p>Anda tidak akan menemukan ayunan atau kafe di sana, karena Bali Aga tidak menjual tanahnya. Mereka menjaganya tetap terpelihara seperti berabad-abad yang lalu, mengikuti tradisi nenek moyang mereka, dan mereka lebih memilih stabilitas daripada uang cepat.<\/p>\n<h3>Saat ini desa ini dihuni oleh 26 kepala keluarga masyarakat adat Bali Aga.<\/h3>\n<p>Orang-orang di sini tidak boleh menikah dengan siapa pun yang berasal dari luar desa. Mereka sebenarnya bisa, namun dalam hal ini mereka kehilangan hak untuk mengikuti upacara, memilih, atau mendapatkan sebagian pendapatan desa. Jadi, lebih mudah menikah di desa daripada menanggung malu karena dikucilkan. Setiap hari keenam pemimpin Tenganan, termasuk Pak Putu, berkumpul untuk membahas pengelolaan desa dan persiapan upacara.<\/p>\n<figure id=\"attachment_13229\" aria-describedby=\"caption-attachment-13229\" style=\"width: 286px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13229 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/tenganan-village-thumb-3.png\" alt=\"hilang dalam waktu tenganan artikel karma instan mindufl travel magazine indonesia\" width=\"286\" height=\"415\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/tenganan-village-thumb-3.png 286w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/tenganan-village-thumb-3-207x300.png 207w\" sizes=\"auto, (max-width: 286px) 100vw, 286px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13229\" class=\"wp-caption-text\"><em>foto oleh <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/yangunayasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yan Gunayasa<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Cukup mengejutkan bagaimana Bali Aga berhasil menjaga kehidupan mereka tetap berjalan seperti saat nenek moyang mereka tiba di Bali. Mereka mempunyai jimat keberuntungan yang telah membantu mereka selama berabad-abad, dan orang-orang melindunginya dengan cara apa pun \u2013 tenun mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pembaca yang mengetahui satu atau dua hal tentang Indonesia mungkin akan memutar mata \u2013 <i>menenun lagi?<\/i> Tapi dengarkan aku. Itu adalah kain ikat ganda yang diberi nama G<i>berdering.<\/i> <i>Gring<\/i> berarti sakit dan <i>menyanyi<\/i> berarti tidak. Jadi tenun ini melindungi pemiliknya dari penyakit dan nasib buruk. Setiap orang di desa mempunyai gringsingnya masing-masing. Mereka memakainya untuk upacara yang melambangkan transisi ke tingkat yang baru. Dan ini bukan sekedar keyakinan; tenun ajaib telah membuktikan kekuatannya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_13227\" aria-describedby=\"caption-attachment-13227\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13227 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2022-07-04-at-10-56-54-11-OUTLINE_FINAL17june.pdf.png\" alt=\"hilang dalam waktu tenganan artikel karma instan mindufl travel magazine indonesia\" width=\"602\" height=\"395\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2022-07-04-at-10-56-54-11-OUTLINE_FINAL17june.pdf.png 602w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2022-07-04-at-10-56-54-11-OUTLINE_FINAL17june.pdf-300x197.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13227\" class=\"wp-caption-text\"><em>foto oleh <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/yangunayasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yan Gunayasa<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<h3>Apa itu Tenganan Gringsing?<\/h3>\n<p>Tenganan Gringsing dan 26 coraknya telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis, artinya tenun ini hanya dapat diproduksi di Tenganan saja. Tapi apa istimewanya itu? Hal pertama yang pertama: terbuat dari bahan alami. Pakaian, cat, proses menenun \u2013 semuanya 100% natural. Tidak ada mesin atau bahan kimia yang digunakan.<\/p>\n<p>Hal ini membawa kita ke poin penting kedua: memproduksi satu buah mungkin memerlukan waktu hingga 2 tahun. Warna dilapis satu per satu, dan butuh waktu lama untuk mengering. Perbedaan ketiga yang paling jelas adalah polanya.<\/p>\n<p>Ada beberapa pola yang berbeda, namun yang utama tampak seperti langit berbintang. Dipercaya bahwa Indra \u2013 dewa perang \u2013 sedang mengamati langit malam dan sangat menyukai pola tersebut sehingga ia mengajari para wanita Tenganan cara menenunnya. Ada pula Gringsing yang berumur 100 tahun. Orang-orang bersedia membayar banyak uang untuk mereka. \u201cBukannya kami tidak butuh uang,\u201d jelas Gede, \u201chanya saja Gringsing ini tak ternilai harganya. Mereka tidak untuk dijual.\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_13228\" aria-describedby=\"caption-attachment-13228\" style=\"width: 404px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-13228 size-full\" src=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2022-07-04-at-10-56-38-11-OUTLINE_FINAL17june.pdf-1.png\" alt=\"hilang dalam waktu tenganan artikel karma instan mindufl travel magazine indonesia\" width=\"404\" height=\"573\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2022-07-04-at-10-56-38-11-OUTLINE_FINAL17june.pdf-1.png 404w, https:\/\/instantkarmamag.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Screenshot-2022-07-04-at-10-56-38-11-OUTLINE_FINAL17june.pdf-1-212x300.png 212w\" sizes=\"auto, (max-width: 404px) 100vw, 404px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13228\" class=\"wp-caption-text\"><em>foto oleh <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/yangunayasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yan Gunayasa<\/a><\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Mengapa harus repot-repot menggunakan kain alami 100% yang pembuatannya memakan waktu lama? Mengapa tidak menjual sebagian tanah untuk membangun resor dan menghasilkan uang tambahan? Jawabannya mudah: yaitu <i>Tri Hita Karana<\/i> konsep. Hal ini dapat diterjemahkan sebagai \u201ctiga penyebab kesejahteraan.\u201d <a href=\"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/artikel\/berbahagialah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Untuk menjalani hidup bahagia<\/a>, Anda perlu menjaga hubungan baik dengan alam, dewa, dan manusia. Anak-anak diajarkan hal ini dan tradisi desa lainnya di sekolah berasrama.<\/p>\n<p>Ketika mereka keluar desa untuk belajar atau bekerja di kota, mereka menghadapi kenyataan baru dengan pandangan dan aturan berbeda.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: center;\">Bali Aga memastikan anak-anaknya mengingat dari mana asalnya.<\/h2>\n<p>Pada upacara Usaba Sambah, laki-laki dan perempuan yang belum menikah menaiki ayunan khusus. Ini mengingatkan saya pada bianglala dan memiliki makna yang dalam. Ini melambangkan aliran kehidupan: ketika kamu dilahirkan, kamu tidak memiliki apa-apa dan orang tuamu membantu kamu tumbuh dan menjadi sedikit lebih tinggi. Kemudian teman dan pasangan Anda mendukung Anda dan membantu Anda mencapai puncak.<\/p>\n<p>Ini adalah titik tersulit dalam hidup: jika Anda melupakan orang-orang itu dan mereka melepaskan ayunan Anda, Anda akan segera terjatuh. Jika Anda memeliharanya, hidup akan damai dan Anda akan menikmati perjalanannya.<\/p>\n<p>Bali Aga memegang teguh tradisi dan keluarga besarnya. Mereka ingat dari mana mereka berasal dan siapa yang membantu mereka mencapai puncak. Inilah cara mereka menjaga tradisi mereka tetap berjalan.<\/p>\n<p>_<\/p>\n<h4>Tulisan ini dapat terwujud berkat Pak Putu dan Gede<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tenganan located in Karangasem, in the northeast of Bali. It&#8217;s origins are lost in time, as this village that was founded by the first migrants to Bali. People who live here are called Bali Aga; they are considered to be aborigines of Bali, but this is not quite true. They came here long ago, and [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":40,"featured_media":14331,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"categories":[271,270],"tags":[353,303,78,304],"section":[386,385],"interest":[397,401,400],"_magazine":[354],"class_list":["post-13222","article","type-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","category-explore","tag-353","tag-aga","tag-bali","tag-karangasem","section-culture","section-explore","interest-history","interest-nature","interest-things-to-do","_magazine-354"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/13222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article"}],"about":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/article"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13222"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/article\/13222\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13222"},{"taxonomy":"section","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/section?post=13222"},{"taxonomy":"interest","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/interest?post=13222"},{"taxonomy":"_magazine","embeddable":true,"href":"https:\/\/instantkarmamag.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/_magazine?post=13222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}<!-- This website is optimized by Airlift. Learn more: https://airlift.net. Template:. Learn more: https://airlift.net. Template: 6a3c9e6bc6af5a91495580da. Config Timestamp: 2026-06-25 03:19:51 UTC, Cached Timestamp: 2026-09-02 10:34:31 UTC -->